Penyegelan Sekolah oleh Ahli Waris Berlanjut, Siswa Belajar Lesehan

PASAR KEMIS SNOL Penyegelan sekolah Darul Mujtahidin di Desa Pangadegan, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang masih berlanju. Ratusan siswa SMP dan SMA Darul Mujtahidin terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar di halaman sekolah karena tak bisa memasuki gedung.

Kegiatan belajar mengajar berlangsung sejak pagi hingga pukul 11.00 wib. Mereka terpecah di beberapa lokasi. Ada yang belajar di depan ‘pagar bambu’ milik ahli waris. Namun terdapat pula yang menerima pelajaran di gedung aula milik yayasan.

Proses kegiatan belajar mengajar berjalan dengan fasilitas alakadarnya. Para siswa duduk tanpa bangku alias lesehan di lantai aula maupun halaman sekolah. Walau demikian, mereka tetap bersemangat mengikuti pelajaran.

Kepala SMA Darul Mujtahidin, Arno Venus mengatakan kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan karena para pelajar sebentar lagi menghadapi ujian tengah semester.

“Walaupun fasilitas seadanya namun kegiatan belajar mengajar tetap berjalan,”ungkap Arno kemarin.

Guru PKN Maemunah memberi motivasi kepada para siswa agar tidak patah arang walau sekolah disegel. Dia menuturkan apa yang dialami para siswa sekarang masih jauh lebih baik dibandingkan pendidikan di zaman kemerdekaan.

Walau begitu, Maemunah berharap agar persoalan tersebut tetap dapat diselesaikan segera. Dia ingin supaya penyelesaian kasus penyegelan dilakukan secara kekeluargaan.

“Saya harap agar penyelesaian penyegelan dilakukan dengan tidak mengorbankan kepentingan para siswa,”ungkap Maemunah di halaman sekolah.

Siswa kelas 12 SMA Darul Mujtahidin Alif mengaku tetap bersemangat mengikuti kegiatan belajar mengajar. Kemarin, para siswa SMA belajar di aula sedangkan pelajar SMP menerima pelajaran di halaman sekolah.

Penyegelan sekolah Darul Mujtahidin mendapatkan perhatian pemerintah kecamatan Pasar Kemis. Kemarin, sekretaris camat Pasar Kemis Syarif memanggil pihak ahli waris untuk memberikan nasihat agar menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.

“Jangan sampai anak didik menjadi korban, karena mereka tidak tahu apa-apa” ungkap Syarif.

Menurut Syarif, pihak ahli waris telah membuat surat undangan mediasi kepada kepala desa, babinsa, binamas dan pihak yayasan. Rencananya mediasi akan dilaksanakan hari ini, (2/11).

“Kami telah mendapatkan undangan melalui telpon untuk mediasi yang akan dilaksanakan di kantor desa. Dan saya akan hadir,” ungkap A. Ghazali Taufik selaku ketua yayasan.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 300 lebih siswa SMP dan SMA Darul Mujtahidin di Desa Pangadegan Pasar Kemis tak bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar lantaran gedung sekolahnya disegel, Senin (31/10). Penyegelan dilakukan kelompok ahli waris pemilik lahan tempat gedung didirikan.

Dua sekolah tersebut dikelola Yayasan Pendidikan Islam Darul Mujtahidin. Kedua gedung berdiri di atas lahan 1.944 meter persegi. SMP Darul Mujtahidin memiliki 190 siswa sementara SMA Darul Mujtahidin mempunyai 190 an siswa. Penyegelan dilakukan dengan memasang pagar dari bambu di halaman gedung sekolah berlantai tiga tersebut.(mg13/gatot/satelitnews)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.