Percepat Legalitas Aset, Polres-BPN Kabupaten Tangerang-Pemda Bentuk Tim Terpadu

TIGARAKSA,SNOL Kepala Polres Kota Tangerang Kombes Pol Asep Edi Suheri mendadak mendatangi Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Tangerang, Rabu (2/11).

“Agenda hari ini saya mengambil sertipikat tanah Polres ke BPN Kabupaten Tangerang. Alhamdulillah, dari lahan milik Polres di dua lokasi dengan luas total 1,4 hektar, hari ini 6000 meter sudah jadi sertipikatnya. Alhamdulillah dibantu juga oleh Kepala BPN dan tidak ada masalah,” kata Asep kepada Satelit News, usai mengambil sertipikat usai ikut mengantre terlebih dahulu.

Kapolres juga menyempatkan diri berbincang dengan Kepala BPN Kabupaten Tangerang Himsar yang didampingi Kasi Hak Tanah dan Pendaftaran Tanah (HTPT) Joko Susanto. Saat itu hadir juga Kabag TU Kanwil BPN Provinsi Banten Luki Ambarwati.

Terkait upaya percepatan penuntasan sertipikat tanah atau legalitas aset milik pemerintah secara keseluruhan, Asep mengatakan telah dibentuk tim terpadu yang melibatkan tiga pihak.

“Kami membuat tim terpadu antara kepolisian, BPN dan Pemda Kabupaten Tangerang. Tim nanti fokus mengurus sertipikat kantor-kantor pemerintahan, baik itu dari instansi kepolisian maupun dari Pemda,” jelas Asep.

Ia berharap sinergitas antara jajaran BPN, kepolisian dan Pemda Kabupaten Tangerang dapat terus terjalin dengan koordinasi yang baik. “Tentunya untuk menuntaskan tanah-tanah aset negara agar memiliki legalitas,” papar Kapolres.

Kepala BPN Kabupaten Tangerang, Himsar berharap, langkah Kapolresta Tangerang Kombes Pol Asep Edi Suheri yang datang sendiri mengambil sertipikat tanah bisa dijadikan pembelajaran oleh warga masyarakat untuk mengurus sendiri dokumen pertanahan mereka.

“Kalau diurus sendiri lebih praktis dan tahu masalah serta kekurangannya apa, serta bisa disampaikan langsung pada yang bersangkutan. Kami menghimbau agar masyarakat bisa mengurus secara langsung dan tidak melalui perantara atau kuasa,” tandasnya.

Berkaitan dengan peningkatan pelayanan, kata Himsar, pihaknya memastikan agar pelayanan benar-benar prima. “Sekarang kami menugaskan manajer loket dan asisten manajer itu berasal dari pejabat struktural. Manajer itu eselon IV atau setingkat kepala seksi. Dia terjun langsung memantau, memastikan dan kalau ada masyarakat yang kesulitan bisa langsung berkomunikasi. Sedangkan untuk asisten manajer itu setingkat kasubsi atau kepala urusan,” terangnya.

Terkait pembayaran, Himsar menghimbau untuk membayar non tunai melalui EDC yang sudah disiapkan atau memanfaatkan fasilitas perbankan.

“Di sini kan sudah ada Kantor Kas BJB. Hari ini saya akan komunikasi dengan BRI untuk kerjasama terkait mekanisme pembayaran. Kami harap bisa disiapkan mesin ATM di sini demi untuk mempermudah pelayanan bagi warga,” terangnya.

Untuk warga masyarakat yang pada hari kerja tidak memungkinkan menyelesaikan urusan pertanahan, BPN Kabupaten Tangerang secara khusus membuka pelayanan pada hari Sabtu dan Minggu.(aditya/san)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.