Ada Kekerasan di Balik Kematian Sania

TANGERANG,SNOL Polres Metro Tangerang hanya boleh menarik nafas sejenak setelah menyelesaikan kasus Dafa Mustakim. Mereka masih dihadapkan dengan kasus kematian tak wajar Sania, bocah tiga tahun warga jalan Sunan Giri Kelurahan Pondok Pucung Kecamatan Karang Tengah Kota Tangerang, Sabtu (5/11).

Untuk sementara, polisi menduga ada kekerasan di balik kematian Sania yang menghebohkan warga. Kepolisian terus mendalami dugaan penganiayaan tersebut.

Wakapolres Metro Tangerang AKBP Erwin Kurniawan membenarkan terdapat dugaan ke kerasan pada hasil visum Sania. Kendati demikian dirinya mengaku belum dapat menyimpulkan kasus ini sebuah kekerasan dari hasil visum saja.

“Proses yang akan dilakukan sama dengan proses yang terjadi pada korban Dafa, untuk menetapkan seseorang menjadi tersangka harus melalui proses yang bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya, Senin (7/11) malam.

Erwin menjelaskan saat ini pihak kepolisian masih menunggu hasil otopsi yang sudah dilakukan. Dan 5 sampai 6 hari kedepan baru dapat diketahui penyebab kematian bocah malang tersebut.

“Untuk hasil visum memang terdapat luka lebam di bagian tubuh, tetapi itu hanya di bagian luar dan kami membutuhkan otopsi untuk mengetahui dengan jelas penyebab dari Sania meninggal dunia,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, darah yang keluar di bagian hidung Sania sebelum meninggal dunia bisa terjadi akibat luka dalam. Kendati demikian lantaran dirinya mengaku bukan ahli dalam bidang tersebut maka kepolisian masih menunggu hasil otopsi beberapa hari kedepan.

“Sekarang kita terus bekerja untuk mendapat hasil pasti dari penyebab kematian,” imbuhnya.

Lanjut Erwin, hingga saat ini ada 6 saksi yang sudah dimintai keterangan termaksud Ibu tiri Sania, Maemunah, Sementara ayah Sania, Rizal, masih berada di Sukabumi dengan kondisi duka kehilangan anaknya.

“Ya mereka masih di Sukabumi di rumah ibu kandung Sania. Sania sendiri disemayamkan di kampung halaman ibu kandungnya,” tutupnya.

Seperti diketahui, Sania, seorang bocah asal Jalan Sunan Giri RT 01/03 Kelurahan Pondok Pucung, Karang Tengah Kota Tangerang tewas misterius, Sabtu (5/11) pagi. Peristiwa mencurigakan itu ketika warga dikejutkan dengan kepanikan ibu tiri Sania.

Perempuan yang tidak diketahui identitasnya oleh warga sekitar itu terlihat membawa Sania ke ahli urut anak di kampung tersebut. Saat itu, warga melihat wajah ibu tiri Sania berlumuran darah. (iqbal/gatot/satelitnews)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.