Hibah Rp 2 Miliar dari DKI Ditunda

KOTA SERANG, SNOL Gubernur DKI, Djarot Saiful Hidayat menolak mencairkan dana hibah untuk operasional Badan Kerjasama Pembangunan (BKSP) Jabodetabekjur sebesar Rp 2 miliar yang sudah teranggarkan dan disepakati oleh tiga provinsi, termasuk Banten dan Jawa Barat.

Plt Sekretaris BKSP Jabodetabekjur yang juga Kepala Dispora Banten, Deden Apriandhi Hartawan membenarkannya. “Iya, dipending dulu kata orang Pemprov DKI nya,” kata Deden, Rabu (4/10) usai rapat paripurna HUT Banten ke 17 di DPRD Banten.

Hiibah dari DKI sebesar Rp 2 miliar itu rencananya akan digunakan untuk operasional termasuk untuk kegiatan dan pembahasan Pulau ‘G’ di Teluk Jakarta. “BKSP Jabodetabekjur ini merupakan badan kerjasama pembangunan tiga provinsi, selain Banten, DKI dan Jabar. Untuk kali ini sejak 2015 sampai 16 Oktober tahun 2017 ini, jabatanya dipegang oleh pejabat dari provinsi, sebelumnya dari Jabar, dan kedepan dari DKI. Semua provinsi telah memberikan hibahnya termasuk Banten dan Jabar, tinggal DKI. Nah DKI ini akan memberikan Rp2 miliar, tapi dipending dulu,” paparnya.

Alasan yang disampaikan oleh Pemprov DKI lanjut Deden, lantaran saat ini Sekretaris BKSP Jabodetabekjur dijabat oleh Plt (Pelaksana tugas) bukan defenitif. “Saya memang menjabat Plt sekretaris BKSP ini sejak bulan April lalu, setelah pejabat sebelumnya (Didi Sunardi) pensiun. Dan alasan DKI, dana hibah Rp2 miliar itu akan dicairkan kalau pejabatnya sudah defenitif,” ungkapnya.

Deden mengaku dengan terpendingnya dana hibah dari Pemprov DKI, tidak mengurangi kinerja jajarannya dalam menjalankan fungsi dan tugasnya. “Kita bekerja semaksimal mungkin,” imbuhnya. Diketahui, sebelumnya Pemprov Banten telah mencairkan dana hibah untuk BKSP Jabodetabekjur sebesar Rp5,2 miliar, sebelumnya juga Pemprov Jabar telah mencairkan dana hibahnya Rp1 miliar. (rus/azm/bnn/satelitnews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.