Nilai Ekspor Banten Alami Penurunan

KOTA SERANG, SNOL Nilai ekspor Banten pada Agustus 2017 mengalami penurunan sebesar 0,46 persen dibanding bulan sebelumnya yaitu  dari 990,19 juta dolar AS menjadi 985,67 juta dolar AS.

“Penurunan ekspor tersebut terutama disebabkan oleh ekspor nonmigas Agustus 2017 yang mengalami penurunan  0,58 persen dibanding Juli 2017, dari 989,97 juta dolar AS menjadi 984,21 juta dolar AS,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Statistik Niaga dan Jasa pada Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten Adji Subekti kepada wartawan, Kamis (5/10).

Ia menjelaskan, lima dari sepuluh golongan barang ekspor nonmigas utama yaitu pada Agustus 2017 mengalami penurunan. Sedangkan lima golongan barang utama lainnya terjadi peningkatan. “Penurunan tertinggi terjadi pada golongan barang besi dan baja (HS 72) yang turun 37,38 juta dolar AS, diikuti oleh penurunan pada golongan tembaga (HS 74) dengan penurunan 5,40 juta dolar AS.

Sementara, peningkatan nilai ekspor tertinggi dan terendah terjadi pada alas kaki (HS 64) dan mesin/peralatan listrik (HS 85) dengan nilai masing-masing 5,64 juta dolar AS dan 1,14 juta dolar AS,” katanya.

Meski demikian, ekspor migas justru naik 549,10 persen dibanding bulan sebelumnya dari 0,22 juta dolar AS menjadi 1,45 juta dolar AS. Khusus ekspor migas, peningkatan tersebut lebih disebabkan oleh nilai ekspor komoditi hasil minyak dan gas yang mengalami peningkatan,” ungkapnya.

Dari segi nilai, kata dia, jika dibandingkan dengan kondisi bulan yang sama pada 2016, nilai ekspor Banten Agustus 2017 mengalami peningkatan 28,11 persen. Peningkatan ekspor tersebut didorong oleh ekspor nonmigas yang naik 28,54 persen meskipun dibarengi oleh penurunan ekspor migas sebesar 60,53 persen.

Menurutnya, nilai ekspor kumulatif Banten untuk periode Januari hingga Agustus 2017 mencapai 7.466,51 juta dolar AS atau meningkat 25,85 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ekspor periode ini lebih disebabkan oleh ekspor nonmigas yang meningkat 26,11 persen mengingat pada ekspor migas terjadi penurunan 59,68 persen.

“Sekarang sedang terjadi fluktuatif karena ekonomi dunia sedang dalam tahap perbaikan dan itu secara langsung berimbas pada ekspor Banten. Tapi nilai ekspor pada Januari hingga Agustus 2017 dibanding periode yang sama di 2016 mengalami peningkatan. Sebab pada 2016, krisis global sedang ganas-ganasnya,” tuturnya.

Kondisi terbalik terjadi pada nilai impor Banten Agustus 2017 yang naik 3,58 persen dibanding bulan sebelumnya, yaitu dari 838,16 juta dolar AS menjadi 868,17 juta dolar AS. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh impor nonmigas pada Agustus 2017 yang mengalami kenaikan 7,86 persen dari 562,79 juta dolar AS menjadi 607,01 juta dolar AS.

“Dibanding bulan yang sama tahun lalu, nilai impor Agustus 2017 mengalami peningkatan 10,58 persen. Penyebab utama peningkatan impor ini adalah kenaikan impor migas sebesar 50,17 persen meskipun impor nonmigas turun 0,69 persen dibanding Agustus 2016,” tutupnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Banten Babar Suharso tak menampik nilai ekspor Banten selalu fluktuatif. Kenyataan itu dinilainya sangat wajar. “Di daerah lain juga seperti itu,” imbuhnya. (ahmadi/made/satelitnews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.