Nonton Film, Veteran Kagumi Persenjataan

TANGERANG, SNOL—Puluhan anggota legium Veteran dan Purnawirawan Pra­jurit se-Tangerang Raya menonton film Merah Putih Memanggil di Mal Bale­kota, Tangerang, Jumat (10/11). Nonton bareng film yang berkisah kepahlawa­nan prajurit Indonesia tersebut bertepa­tan dengan peringatan Hari Pahlawan Nasional. Nobar film ini telah beberapa kali digelar Kodim 0506 Tangerang.

Film berdurasi 93 menit ini sukses menyedot perhatian para Veteran dan Purnawirawan. Berbagai adegan men­egangkan yang terangkai dalam film ini membuat salah satu Veteran, Didi Gamu berdecak kagum. Dari film tersebut, pejuang perang pembebasan Irian Barat persenjataan prajurit Indonesia mengalami peningkatan yang pesat.bersandi Trikora ini mengakui

“Drama perangnya apik, kekuatan persenjataan Praju­rit kita bertambah jauh,” ung­kapnya usai menyaksikan film tersebut.

Rangkaian drama perang dalam film ini melibatkan sen­jata dan prajurit sungguhan. Hal tersebut, diakui Staff Re­gional Kodim 0506 Tangerang, Serka Dita, bertujuan untuk me­mamerkan kekuatan TNI saat ini. Dia menegaskan, pertun­jukkan kekuatan persenjataan dalam film ini penting ditunjuk­kan untuk meyakinkan Veteran bahwa TNI kuat.

“Dari film ini kita ingin tampil­kan ke para pendahulu kita ten­tang kekuatan kini,” jelasnya. Ditambahkan Dita, pihaknya juga akan mengajak pelajar dan mahasiswa untuk menyaksikan dan mendiskusikan film terse­but. “Kita juga akan ajak pelajar dan mahasiswa untuk menyak­sikan film ini,” ujarnya.

Dita menambahkan, “ada 90 veteran yang diundang, dit­ambah 25 purnawirawan se Tangerang Raya. Mereka datang bersama keluarga,” pungkasnya.

Veteran lain, Nurhasan (89) membandingkan perjuangan­nya dulu dengan perjuangan prajurit seperti yang ditampil­kan di film tersebut. Pejuang Badan Keamanan Rakyat (BKR) ini menuturkan, perjuangan­nya dulu menggunakan bambu runcing. Walaupun kesulitan, katanya, perjuangan dengan alat sedanya tersebut mampu mengusir penjajah di wilayah Jawa Barat.

“Memang pemuda-pemuda jaman sekarang belum tahu, masa peperangan itu dengan apa yang dilihat tadi itu ham­pir sama, cuma kalau dulu kita macam ini melebihi daripada itu. Kita hanya, boleh dikatakan itu, bertekad hidup atau mati. Jadi, kita kemana-mana itu yang diperjuangkan negara republik Indonesia dan untuk membe­baskan segala bentuk penjaja­han, untuk membela negara, bangsa, dan agama. Itu yang kita laksanakan dulu,” tuturnya.

Selain unjuk kekuatan TNI, film tersebut juga menurut Nurhasan berupaya mengjak pemuda-pemudi untk menerus­kan perjuangan pendahulu den­gan baik. Dia menegaskan, per­juangan meraih kemerdekaan pihaknya tidak mudah. Dia men­gaku kehilangan banyak rekan seperjuangan dalam pada per­tempuran mengusir penjajah.

“Itulah contoh dulu. Jadi seka­rang ini harus semangat, pemu­da-pemudi harus semangat pada negara kita, negara republik Indonesia, yang kita sudah rela bertumpahan darah, bersusah payah demi merdeka,” ungkap­nya Anggota Legiun Veteran Tangerang Selatan tersebut.

Film Merah Putih Memanggil bercerita tentang operasi pem­bebasan WNI di kapal pesiar yang disandera oleh sekelom­pok teroris. Film ini disutrada­rai Mirwan Suwarso dan di­produseri oleh Jose S. Karjadi. Sementara naskah cerita atau skenarionya ditulis oleh mantan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara TB Silalahi. (ir­fan/gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.