Pemprov Evaluasi Usulan Pahlawan Nasional

SERPONG, SNOL—Upaya Pemprov Banten dalam mengajukan tokoh pejuang Banten untuk ditetapkan menjadi pahlawan nasional selalu kandas. Tiga kali usulan pemprov se­lalu ditolak.

Pemprov Banten dua kali bertu­rut-turut kandas dalam melakukan pengajuan nama Brigjen KH Sya­mun, untuk menjadi Pahlawan Nasi­onal. Menyusul itu, tahun 2016 lalu, Pemerintah Provinsi Banten men­gusulkan pejuang daerah KH. Tb. Ahmad Chatib ibn Wasi’ Al-Bantani untuk menjadi pahlawan nasional. Namun upaya tersebut juga kembali kandas. Wakil Gubernur Banten An­dika Hazrumy akan melakukan eval­uasi lagi terkait pengajuan tersebut.

“Data-datanya akan kami pelajari kembali,”ungkap Andika Hazrumy seusai upacara peringatan hari pahl­awan 2017 tingkat Provinsi Banten di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cic­eri, Kota Serang, Jumat (10/11) pagi.

Dalam peringatan itu, Andika Hazrumy nampak tak sungkan men­ciumi tangan para veteran yang dite­muinya. Selain karena ingin bersi­kap hormat kepada yang lebih tua,

berhak mendapatkan penghormenurut Andika para veteran matan dari generasi muda.­

“Sebagai pimpinan daerah, tentu kewajiban saya dan Pak Gubernur (Gubernur Banten Wahidin Halim) untuk melan­jutkan perjuangan para pahla­wan dalam mensejahterakan rakyat Banten. Sebagai gen­erasi muda, sopan-santun dan menunjukkan rasa hormat ke­pada yang lebih tua itu juga keharusan,” kata Andika saat disinggung soal jabat tangan dirinya kepada para veteran yang disertai dengan mencium tangan para veteran itu. Untuk diketahui, upacara tersebut dip­impin langsung oleh Komandan Korem 064 Maulana Yusuf Kolo­nel Infanteri Czi Ito Hediarto se­laku inpektur upacara.

Sejumlah veteran terlihat terharu demi mendapati per­lakuan Wagub tersebut. Mer­eka mengaku tidak menyangka mendapat perlakuan seperti itu dari seorang pejabat pimpinan daerah. “Saya merasa terhor­mat dan bangga,” kata HM Tb Djanawi, salah seorang veteran saat ditanya soal gaya berjabat tangan Andika terhadap dirinya itu, setengah berkaca-kaca.

Lebih lanjut, kepada pers Andika juga mengatakan, se­mangat Hari Pahlawan harus diejawantahkan oleh para gen­erasi penerus bangsa dengan melakukan kewajibannya ma­sing-masing dalam profesinya untuk mengisi pembangunan.

Peringatan Hari Pahlawan juga dilakukan di Kota Tangerang Se­latan. Wakil Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie menggunakan bus saat mendatangi Taman Makam Pahlawan Seribu di Kelurahan Kademangan Kecamatan Setu, untuk melaksanakan upacara tabur bunga, Jumat (10/11). Benyamin didampingi Sekda Tangsel Muhamad dan sejum­lah kepala dinas untuk melak­sanakan kegiatan tabur bunga. Benyamin mengungkapkan, di Hari Pahlawan ini pesan pent­ing yang harus dijalankan yakni bersatu untuk kemajuan negeri.

“Setelah merdeka maka taha­pan selanjutnya kita harus ber­satu terlebih dahulu untuk bisa memasuki tahapan bernegara selanjutnya yakni berdaulat, adil dan makmur. Oleh karena pesan fundamental itulah maka peringatan Hari Pahlawan 10 November tahun 2017 ini kita mengambil tema “Perkokoh Persatuan Membangun Neg­eri”. Apabila kita mampu ber­satu sebagai satu bangsa maka kita dapat maju bersama-sama dan mendistribusikan berkah kemerdekaan bagi seluruh ma­syarakat Indonesia,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaan tabur bunga, Benyamin didampingi pejabat lainnya menabur bunga di makam H.E Mugni Sastradi­pura bin H Asnawi (wafat pada 31 Januari 2.000) yang pangkat terakhirnya adalah Kolonel Pur­nawirawan.

Di sebelah makam tersebut, terdapat nisan dengan tulisan Hj Ratnaningsih Mugni binti Sam­suri Parta Supadma (wafat pada 7 April 2003). Makam pasangan suami istri ini, tak lain adalah makam orangtua dari Wakil Wa­likota Benyamin Davnie.

Sementara Pelda Ali Machmu­di yang merupakan seorang veteran mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemkot Tangsel atas perhatiannya ke­pada para veteran ini. “Sangat senang dan berterimakasih. Kita masih diperhatikan hingga saat ini, hari pahlawan mengingat­kan kita akan jasa-jasa pengor­banan pahlawan,”ungkapnya.

Peringatan hari Pahlawan 10 November juga dilakukan Pemkab Tangerang di Lapangan Maulana Yudhanegara Tigarak­sa. Bupati Zaki Iskandar bertin­dak sebagai inspektur upacara.

Dalam sambutannya Zaki Iskandar mengatakan Hari Pahlawan merupakan momen reflektif untuk memberi makna atas pengorbanan para pahla­wan kusuma bangsa, dengan menyalakan jiwa kepahlawa­nan dalam perjuangan mengisi kemerdekaan. Peringatan Hari Pahlawan diharapkan mem­bangkitkan semangat kebang­saan. (jarkasih/gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.