Sindikat Penjual Mobil Bodong Dibekuk

Puluhan Mobil Disita

TANGERANG, SNOL—Sindikat penggelap mobil bermodus jual murah dibekuk tim Resmob Pol­restro Tangerang Kota. Sebanyak 20 mobil hasil kejahatan sindikat asal Serang itu disita. Kasus empat tersangka penipu tersebut diungkap di Mapolrestro Tangerang Kota, Jalan Daan Mogot, Tangerang, Jumat (10/11).

RH (44), AS (30), AP (30), dan AB (19) hanya bisa menundukan kepala saat ditanyai Waka­polrestro Tangerang Kota, AKBP Harley Silalahi. Keempat pegawai swasta tersebut ditanyai peri­hal modus penggelapan yang mereka lakukan setahun belakangan. Kepada Harley mereka mengaku menjual mobil kredit untuk meraup untung barang Rp 5 hingga 10 juta.

“Penggelapan yang dilakukan tersangka dengan cara membeli kendaraan dari para debitur dengan harga tertentu yang rata-rata Rp 30 juta, harga mu­rah yang masih berstatus kredit kemudian kenda­raan tersebut diperjualbelikan,” jelas Harley.

Dijelaskan Harley, kendaraan tersebut di­jual tersangka dengan rata-rata Rp 5 juta lebih mahal dari harga beli. Harley mengatakan, pi­haknya mengamankan 20 kendaraan hasil ke­jahatan mereka dari beberapa wilayah. Umum­nya, sambung Harley, kendaraan tersebut dijual di wilayah Pantai Utara Jawa.

“Kemudian kendaraan terse­but diperjualbelikan di sepanjang pantura. Kendaraan itu dijual den­gan harga selisih kurang – lebih 5 juta, awalnya dia ngambil 30 juta dia jual 35 juta rupiah. Dan mereka menjual itu ke wilayah Cirebon, Tegal, Kendal, Ambarawa, Pacitan dan Surabaya,” jelasnya.

Kendaraan-kendaraan berma­salah tersebut dijual tersangka tanpa dokumen lengkap alias bodong. Bahkan, kata Harley, beberapa kendaraan yang dijual tersebut tak bernomor Polisi. Har­ga murah yang ditawarkan, kata Harley, membuat korban tergiur membeli tanpa berpikir panjang.

“Kendaraan baru yang berasal dari pengajuan aplikasi pembi­ayaan kredit. Kendaraan masih baru belum ada nomor polisi maupun STNKnya maupun lain-lain. Dan harga kendaraan yang lebih rendah daripada kendara­an pada umumnya,” kata Harley.

Tersangka, menurut Harley, sengaja memilih jenis mobil yang memiliki pangsa pasar luas. Hal tersebut, jelasnya, di­lakukan guna menjaring banyak pembeli tanpa berusaha keras. Harley menyebut beberapa kendaraan yang sindikat jual di antaranya, Avanza, Datsun, serta mobil minibus lainnya.

“Mobil bervariasi, rata-rata yang mudah dijual, yang laku, yang gampang dijual kembali oleh mereka, pangsa pasar tinggi seperti mobil Avanza, Datsun, yang gampang dijangkau den­gan harga rata-rata 30 juta,”ujar Harley kepada awak media.

Harley mengungkapkan, masing-masing tersangka men­jalankan peran yang sama. “Jadi keempat ini mereka sama semua, mereka metik ataupun mereka beli dari debitur yang masih statusnya kredit itu, mer­eka pakai surat semacam per­janjian. Nah, ternyata ketika dari leasing mau menagih ternyata tidak didapat dan orangnya akhirnya leasing itu menagih kepada orang yang pertama kali menjual,” tandasnya.

Akibat perbuatannya, para pelaku dijerat pasal 35, 36 Un­dang-Undang Republik Indone­sia Nomor 42 Tahun 1999 dan atau Pasal 378 serta 372 jo 55,56 KUHP. “Ancaman hukuman­nya maksimal 5 tahun penjara,” pungkasHarley. (irfan/gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.