Lahan Pengembang Dijadikan Ekowisata

SETU,SNOL— Panen Raya Kelom­pok Tani “Lembah Hijau”, di Bumi Perkemahan Lembah Hijau Baba­kan, Kampung Curug Rt 001/001, Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu berlangsung meriah. Ratu­san warga turun ke sawah meme­tik hasil panen padi.

Lurah Babakan, Saadon Aja Asmira mengatakan dalam acara pesta panen raya ini pihaknya memanfaatkan tanah milik pengembang yang luasnya 3 hektar. Dalam waktu tidak lama tempat tersebut akan dibangun berbagai kegiatan masyarakat. Salah satunya wisata edukasi untuk kemah dan pelajar dengan harapan para pengunjung dan pelajar lebih banyak lagi da­tang ketempat itu.

Ia berharap kedepannya tem­pat ini menjadi semakin maju dan bagus buat Kelurahan Ba­bakan. Tujuannya adalah mem­pertahankan tradisi yang sudah tidak ada. Agenda ini menjadi rutin ditahun tahun kedepan. “Mudah mudahan harapan harapan masyarakat kelurahan ini menjadi kenyataan di masa yang akan datang,” ujarnya.

Selama ini banyak masyarakat atau dari mahasiswa dan pelajar yang berkemah, mancing atau berkegiatan di lokasi. Apalagi, ka­wasan tersebut dibuka menjadi tempat perkemahan. Beroperasinya ekowisata, perkemahan dan pertanian di lokasi tersebut ber­kat kreatifitas warga dan pemuda Babakan. “Konsepnya kerjasama. Contoh, jika ada yang kemah, nanti warganya yang masak. Jadi meningkatkan pendapatan untuk ibu-ibu sekitar. Hasil panen padi pun hasilnya buat masyarakat sekitar,” katanya.

Wakil Wali Kota Tangsel Be­nyamin Davnie, yang hadir untuk membuka acara tersebut menga­takan dirinya menemukan dunia lain di Kelurahan Babakan. “Pagi hari ini saya menemukan dunia yang lain, ternyata ada permata di Kelurahan Babakan ini, orang Setu orang Babakan jangan kecil hati, justru kondisi seperti ini yang kita cari, suasana alamiah ditemukan ditempat ini,” ujar Benyamin.

Menurutnya, walaupun tidak luas tapi masih ditemukan ditempat ini, anak anak muda disini bisa mengembangkan willayah ini menjadi berpotensi agar menjadi wilayah agrowisa­ta. “Hari ini kita memperingati 9 tahun Kota Tangsel, di tengah semakin tuanya Tangsel semakin banyak pembangunan, tinggal bagaimana kita lestarikan tem­pat ini, kita jaga budaya jangan sampai menjadi budaya orang lain,” ujarnya. (jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.