Pendamping Diminta Validasi Data Secara Akurat

KOTA SERANG, SNOL—Dinas Sosial (Dinsos) Banten meminta para pen­damping Program Keluarga Harapan (PKH) dan Jaminan Sosial Rakyat Banten Bersatu (Jamsosratu) di wilayah Banten untuk berkoordinasi terkait validasi data kepada para ke­luarga penerima manfaat (KPM). Koordinasi itu penting dilakukan agar KPM tidak menerima bantuan secara rangkap.

Kepala Bidang Perlindungan Jami­nan Sosial (Kabid Linjamsos) Dinsos Banten Sunardi mengatakan, jika penerima manfaat menerima rang­kap bantuan, maka program tersebut akan kontraproduktif sehingga akh­irnya tidak efektif. Oleh karena itu, persoalan tersebut harus dihindari.

“Koordinasi itu penting, apalagi saat ini para pendamping PKH di wilayah Banten sedang melakukan validasi data calon KPM baru,” kata Sunardi, saat memberikan kata sambutan pada saat Pelaksanaan Seleksi SDM 2017 PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai di aula Hotel Ratu Bidakara, Kota Serang, Minggu (12/11).

Dikatakan Sunardi, program Jamsos­ratu dikeluarkan Pemprov Banten se­bagai reflikasi dari PKH. Artinya, war­ga miskin yang tidak mendapat PKH, akan mendapatkan program Jamsos­ratu tersebut. “Artinya, kedua program ini harus saling menguatkan. Bukan malah tumpang tindih,” ujarnya.

Saat disinggung apakah saat ini di wilayah Banten ada KPM yang men­erima bantuan rangkap baik Jamsos­ratu maupun PKH, Sunardi mengaku tidak ada. Imbauan tersebut sebagai langkah antisipasi, agar fenomena itu tidak terjadi. “Kalau dulu memang ada beberapa, tetapi sekarang sudah tidak ada,” ujarnya.

Di Banten, kata Sunardi, penerima program Jamsosratu saat ini berjum­lah sebanyak 48.150 KK pencairan­nya secara non tunai melalui bank pemerintah seperti BRI, bjb, Bank

Banten dan Bank Mandiri. “BJB juga sebagai penyalur santunan lansia dan anak sekolah. Untuk Bank Banten, sebagai penyalur Jamsosratu di Kota Serang,” tu­turnya.

Sementara, salah seorang pen­damping PKH di Kota Serang yang namanya enggan dikorank­an mengaku, dirinya pada saat validasi PKH sangat teliti dan seksama, sehingga KPM yang menerima PKH tidak rangkap dengan penerima Jamsosratu.

“Saya juga lihat kondisi rumah dan mata pencaharian KK-nya. Saya juga berkoordinasi dengan aparat kelurahan untuk memas­tikan warga itu benar-benar ber­hak menerima PKH,” imbuhnya. Seperti diketahui, Banten saat ini menyeleksi sekitar 396 orang yang saat ini mendaftar seba­gai pendamping sosial. Tempat seleksi di Banten dibagi dua lokasi yakni di Kota Serang dan Tangerang. (ahmadi/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.