UMKM di Kab Serang Masih Lemah

KAB SERANG, SNOL—Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Dis­koperindag) Kabupaten Serang men­catat keberadaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) saat ini men­capai 25 ribu. Namun UMKM tersebut hingga kini masih lemah baik dari sisi permodalan, Sumber Daya Manusia (SDM) maupun pemasaran.

Kepala Diskoperindag Kabupaten Serang, Abdul Wahid mengatakan, untuk membantu kelemahan UMKM tersebut, sekarang ini pihaknya sudah bekerjasama dengan Jamkrida untuk mengatasi masalah permodalan, dan waralaba dalam kaitan pemasaran produk UMKM.

“Yang namanya UMKM itu kan mere­ka masih lema, lemah dari sisi permoda­lan, lemah dari sisi SDM dan lemah dari sisi pemasarannya. Nah sekarang ini kita coba bagaimana kelemahan-kelemahan ini bisa membantu mereka, misalnya dari segi permodalan kita sudah beker­jasama dengan Jamkrida sebagai penja­min, jadi kalau UMKM ingin meminjam­kan modal, jadi jaminanya ada Jamkrida. Kemudian pemasaran kita coba dengan waralaba, tapi tentunya untuk masuk ke mereka itu persyaratan yang diminta harus dipenuhi, misalnya dari segi ke­masan, rasa kalau itu produk makanan,” katanya, Minggu (12/11).

Selain menggandeng warala­ba di Kabupaten Serang, ia pun mengaku tengah membidik pe­masaran di luar daerah seperti di Thamrin City di Jakarta. Di sana kata dia banyak produk UMKM yang dipajang, termasuk indus­tri kecil seperti batik dan maka­nan. “UMKM kita yang beker­jasama dengan waralaba masih kecil sekali, enggak sampai satu persen. Tapi kita upayakan su­paya bisa banyak,” katanya.

Sementara, anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Serang, Abdul Gofur meminta Diskoperindag terus melaku­kan pembinaan terhadap UMKM. Karena menurutnya, selama ini banyak dari mereka yang kesulitan dari sisi per­modalan terpaksa meminjam uang terhadap bank keliling. “Mungkin alasan mereka mem­injam ke bank keliling itu kare­na persyaratannya mudah dan cepat. Tapi saya harap ini tidak boleh terjadi, karena selama ini yang kita tahu bunganya cukup besar,” ujarnya.

Selain itu, ia juga berharap Diskoprindag jangan asal memberikan rekomendasi pendirian waralaba seperti Indomaret dan Alfamart yang jaraknya masih dekat dengan pasar tradisional, contohnya Indomaret di Kecamatan Care­nang sampai hari ini tidak ditutup meskipun jelas me­langgar dan mematikan usaha masyarakat setempat. “Pemda tutup mata, tidak tegas. Har­usnya kadis membuat inovasi agar UMKM di Kabupaten Se­rang dapat berkembang,” pung­kasnya. (sidik/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.