Minim Sumber Air, Sebuah Rumah Hangus Jadi Arang

 Lagi Bikin Ketupat, Pemiliknya Kaget Melihat Kobaran Api

PANDEGLANG,SNOL–Selain Tasih (29) warga Kampung Sinar Mulya RT/RW 02/03, Desa Tegalpapak, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, yang rumahnya hangus terbakar pada Minggu (12/11) lalu. Musibah kebakarankembali terjadi, menimpa Jana­di (60) warga Kampung Kalum­pang RT/RW 01/02, Desa Ran­catereup, Kecamatan Labuan, sekitar pukul 10.00 WIB, Senin (13/11).

Kebakaran yang saat ini ter­jadi, lebih parah dari sebelum­nya. Sebab, seluruh isi rumah maupun bangunan rumah semi permanen itu, ludes terbakar hingga rata dengan tanah. Selain rumah mudah terbakar, api yang berkobar cepat menjalar keseluruh bagian rumah, dibaren­gi hembusan angin kecang.

Warga yang berusaha mem­adamkan kobaran api, terken­dala minimnya sumber air dan kurangnya peralatan yang digu­nakan untuk memadamkan ko­baran api saat itu.

Seorang saksi mata yang juga anak korban, Sumaah mengungkapkan, pada saat itu ia sedang membuat ketupat di de­pan rumahnya dan tiba-tiba saja tercium bau hangus dari dalam rumah. Pas ia melihat ke dalam rumah, api di atas atap rumahn­ya begitu cepat membesar, akh­irnya ia lari keluar rumah sambil mencari pertolongan warga.

“Pas saya lihat, apinya su­dah besar berkobar-kobar. Ditambah, angina kencang membuat kobaran api cepat merambat dan membakar atap rumah, serta seluruh bagian rumah. Walau puluhan ember berisi air disiramkan oleh war­ga, untuk memadamkan api. Ternyata, api sulit dipadamkan. Makanya rumah saya terba­kar, sampai rata dengan tanah,” terang Sumaah, Senin (13/11).

Anggota Tagana Kecamatan Labuan, Asep Waryadi me­nyatakan, dalam kebakaran tersebut tidak ada korban jiwa. Hanya saja, kerugian materil di­taksir mencapai Rp 51.900.000. Karena kata dia, seisi rumah berikut bangunan rumah ludes terbakar, hingga menjadi abu dan yang tersisa hanya baju yang dipakai para korban.

“Kami mendapatkan informa­si musibah itu, saat semuanya sudah rata dengan tanah. Kami langsung membantu korban, dan mendata untuk kebutuhan pengajuan bantuan darurat bencana,” ujar Asep.

Terpisah, Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pandeglang, Ade Mulyana membenarkan kejadian tersebut. Untuk sementara tandasnya, pe­nyebabnya diduga akibat konsleting listrik. “Saya juga langsung meluncur ke lokasi. Saat ini, ma­sih kami data agar mendapatkan bantuan,” imbuhnya singkat, saat dihubungi melalui WA-nya.

Ia juga mengimbau kepada selu­ruh masyarakat, untuk meningkat­kan kewaspadaannya. Mengingat, ditengah cuaca seperti ini sangat dimungkinkan terjadinya keba­karan. Karena, angin kencang dan paska musim kemarau panjang beberapa bulan lalu, terkadang banyak kabel yang terkelupas atau akibat terkena panas matahari dan tergesek pepohonan.

“Harus lebih waspada. Selain konsleting listrik, juga biasanya bekas tungku masak yang lupa dimatikan menjadi penyebab kebakaran. Bila perlu, jika hen­dak bepergian keluar rumah, sebaiknya seluruh aliran listrik dicabut atau dimatikan,” pa­parnya. (nipal/mardiana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.