Protes Dianggap Orang Mampu

Jumlah Keluarga Penerima Manfaat BPNT

TANGERANG, SNOL—Jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan pangan non tunai di Kota Tangerang berkurang dari 22 ribu lebih menjadi 18.976. Jumlah itu diprediksi kembali meningkat tahun depan.

Koordinator program keluarga harapan (PKH) Kota Tangerang Syafei mengatakan berkurangnya KPM terjadi karena dua faktor. Yakni, hilangnya komponen dan penerima dianggap telah mampu.

“Penurunan jumlah keluarga pener­ima manfaat tahun ini disebabkan se­jumlah hal. Paling banyak adalah hi­langnya komponen keluarga penerima manfaat. Selain itu, ada juga yang su­dah dianggap mampu. Namun sering­kali, mereka yang dicoret dari program KPM marah ketika dianggap sudah mampu,”ungkap Syafei pada kegiatan pembinaan, monitoring dan evaluasi e warung Kube PKH yang diselenggara­kan Dinas Sosial Kota Tangerang di Ge­dung Cisadane, Senin (13/11).

Ada sejumlah persyaratan yang ha­rus dipenuhi untuk menjadi keluarga penerima manfaat. Diantaranya me­miliki anak sekolah, ibu hamil, penyan­dang diabilitas, anak bayi atau batita dan lanjut usia di atas 70 tahun. Jika memiliki salah satu dari persyaratan tersebut maka masuk ke dalam kelu­arga penerima manfaat.

“Tapi di tahun depan, jumlahnya akan bertambah lagi sebanyak 4.820 orang. Kami sedang melakukan vali­dasi terhadap data KPM yang diberi­kan kementrian sosial. Hanya butuh waktu satu minggu untuk melakukan validasi,”ungkap Syafei.

Keluarga penerima manfaat mendapatkan bantuan pangan non tunai sebesar 110 ribu per bulan dari pemerintah yang disalurkan ke kartu masing-masing. Bantuan itu hanya dapat dibelanjakan ke e warung yang dikelola kelompok usaha bersama (Kube). Masing-masing Kube dikelola 10 orang yang terdiri dari ketua, sekre­taris, bendahara, penyelia dan anggota.

Setiap e warung rata-rata melayani 300 keluarga penerima manfaat. Dipre­diksi, keuntungan yang diraih masing-masing Kube sebesar 3 juta rupiah per bulan. Keuntungan itu dibagi sesuai ke­sepakatan anggota Kube.

Jumlah e warung di Kota Tangerang meningkat tajam tahun ini. Di awal tahun jumlah warung yang melayani transaksi bantuan pangan non tunai dari keluarga penerima manfaat seban­yak 12 unit. Kini, jumlahnya ditargetkan mencapai 65 unit pada akhir 2017.

Syafei menyatakan jumlah e warung itu bisa dikategorikan yang terbanyak di wilayah Tangerang. Pembentukan e warung di Kota Tangerang, kata Syafei, terbagi ke dalam tiga tahap. Di tahap pertama sebanyak 12 unit, tahap kedua 45 unit dan tahap ketiga 7 unit.

“Total kami targetkan 65 e warung tahun 2017 ini. Jumlah ini sudah cukup banyak,”ujar Syafei.

65 unit e warung itu melayani 18.976 keluarga penerima manfaat (KPM). Jumlah KPM tersebut, kata Syafei, su­dah menurun dari awal tahun. Di awal tahun, keluarga penerima manfaat se­banyak 22 ribu lebih.

Kepala Bidang Pemberdayaan Fa­kir Miskin Dinas Sosial Provinsi Banten Emed Hamami yang menjadi narasum­ber meminta agar kube e warung kreatif dalam mengembangkan jasanya. Dia berharap agar e warung tak hanya melay­ani transaksi bantuan pangan non tunai.

“Tapi juga berdagang barang-barang kebutuhan lain yang dibutuhkan ke­luarga penerima manfaat,”tandasnya. (gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.