Dua Bocah di Bawah Umur Nekat Menjambret

Untuk Memenuhi Kebutuhan Hidupnya Sehari -hari

CIBADAK,SNOL–Komplotan jambret yang selama ini meresahkan warga, khususnya di wilayah hukum Pol­sek Cibadak, berhasil diringkus dan diamankan di Mapolsek Cibadak. Pelaku dibekuk di Kampung Suka­maju, Desa Kaduagung Barat, Keca­matan Cibadak, Kabupaten Lebak.

Ketiga pelaku yang berhasil diamankan yaitu, Ripal (16) warga Kampung Cimesir Desa Rangkasbitung Timur, Robi Mulyana (16) warga Kelurahan Ci­joro Lebak Kecamatan Rangkasbitung dan Iqbal (17) warga Kelurahan Cijoro Lebak Kecamatan Rangkasbitung.

Kejahatan terakhir yang dilaku­kannya yaitu terhadap korban Irfan (22), warga Kabupaten Serang, Ming­gu (12/11) sekitar pukul 20.30 WIB di wilayah pabrik Leum, Kampung Su­kamaju, Desa Kaduagung Barat, Ke­camatan Cibadak, Kabupaten Lebak.

Kapolsek Cibadak, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ugum WSB menyatakan, pelaku beraksi dengan memepet dan memberhentikan korban. Tiba-tiba, korban dituduh sudah memukuli saudara. “Saat korban berhenti, pada saat itu pula pelaku menjalankan ak­sinya, dengan menodongkan senjata tajam kearah korban, lalu mengam­bil semua barang berharga milik kor­ban,” kata AKP Ugum, Selasa (14/11).

Setelah mendapat laporan dari ko­rban tambahnya, tidak butuh waktu lama anggota Polsek Cibadak berha­sil menangkap ketiga pelaku, beserta Barang Bukti (BB) berupa sepeda motor merk Yamaha, satu buah sen­jata tajam (Sajam) jenis pisau dan 3 buah handphone yang diduga hasil kejahatan.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, ketiga pelaku dijerat pasal 365 KUH Pidana, dengan anca­man hukuman penjara maksimal 7 tahun.

“Ketiga pelaku ini merupakan spe­sialis jambret. Karena, sebelumnya pelaku sudah melakukan aksinya dibeberapa tempat, dengan modus yang sama. Untuk itu, kami mengim­bau kepada semua masyarakat untuk selalu waspada saat bepergian,” tam­bahnya.

Ditambahkannya, komplotan tersebut sempat beraksi di Ona, Ci­mesir dan Cileweung. Bisa dibilang, pelaku ini spesialis jambret bermo­dus begal.

Sementara, seorang pelaku, Iqbal mengaku, kesehariannya ia berjua­lan di Pasar Kota Rangkasbitung. Ia juga berkilah, baru pertama kali melakukan aksi jahat tersebut. “Baru pertama kali. Uangnya untuk kebu­tuhan hidup saja,” kilahnya. (mulyana/mardiana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.