Perusahaan Kebun Buah Naga Diminta Urus Izin ke Pusat

KAB SERANG, SNOL—Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Serang meminta PT Agro Fruit Mandiri (AFM) untuk segera mengurus izin prinsip ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI. Hal itu dikarenakan mereka tidak dapat mengeluarkan izin peman­faatan untuk perkebunan buah sebe­lum Penanaman Modal Asing (PMA) tersebut memperoleh izin prinsip.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Serang, Syamsudin mengatakan, langkah yang diambil oleh pihak perusahaan untuk mengurus semua perizinan se­jauh ini sudah sangat signifi­kan perkembangannya. Namun yang belum hanya satu, yaitu izin prinsip dari BKPM RI.

“Karena itu perusahaan izin investasinya PMA, maka izin prinsipnya dari BKPM Pusat, ka­lau sesuai ketentuan di sana itu maksimal tiga hari, kalau itu su­dah keluar besok juga kami bisa terbitkan izin pemanfaatannya,” kata Syamsudin.

Ia pun sudah meminta pihak perusahaan untuk segera men­gurus perizinan tersebut. Kar­ena secara teknis yang pertama aspek pertanahan, penataan ru­ang, amdalalin dan aspek Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) sudah diperoleh. “Jadi jika semuanya sudah diperoleh, kami tinggal kirim surat ke Dinas Satpol PP untuk segera dibuka kembali perkebunan buah naga itu,” katanya.

Disinggung mengenai nilai investasi perusahaan tersebut, ia mengaku belum mengeta­huinya. Menurutnya nilai in­vestasi tersebut baru diketahui setelah izin prinsip dari BKPM RI keluar.”Informasi terakhir se­mentara ini sedang diurus kesa­na oleh perusahaan,” ujarnya.

Namun demikian, kata dia persoalan buah naga ini pada dasarnya selama ini terjadi miss komunikasi. Dimana ada sejum­lah pihak yang menyarankan agar perusahaan mengurus izin lokasi. Padahal seharusnya itu tidak mungkin, karena lahannya milik desa. “Jadi cukup kerjasa­ma desa, namanya kerjasama pemanfaatan, jadi izinnya nanti tenggang waktunya menyesuai­kan dengan desa, kalau kerjasa­manya tiga tahun ya tiga tahun berakhirnya,” katanya.

Diketahui sebelumnya, Pe­merintah Kabupaten (Pemkab) Serang merasa bersalah telah menutup perkebunan buah naga milik PT Agro Fruit Mandi­ri (AFM) di Kecamatan Baros. Mereka beralasan dalam penu­tupan perkebunan tersebut ada kesalahpahaman.

Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah mengatakan, bahwa sejak awal dirinya hanya menu­gaskan Dinas Satuan Polisi Pa­mong Praja (Satpol PP) untuk mendampingi proses perizinan yang belum diselesaikan. Na­mun, kata dia Dinas Satpol PP mungkin salah menafsirkan da­lam menjalankan tugas tersebut.

“Karena ini kesalahan di pemda, maka pemda harus se­cepatnya meluruskan, harus secepatnya membantu mer­eka (perusahaan-red). Ini kan barangnya-barang busuk, buah kan, terus tenaga kerja kita kan bekerja disana, ya kalau pemda merasa bersalah pemda harus secepatnya membantu kesu­litan mereka,” kata Tatu. (sidik/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.