Tak Ada Air, Pegawai Pemkot Kelabakan

CIPUTAT,SNOL— Saluran air di tiga gedung Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Maruga Kelurah­an Serua Kecamatan Ciputat, Selasa (14/11) tidak mengalir. Ketiadaan air ini membuat ribuan pegawai yang bertugas di gedung itu serta masyarakat yang bertamu kelaba­kan. Untuk buang air kecil, BAB dan berwudhu, mereka terpaksa harus ke masjid, Mushala di luar gedung itu.

Menurut informasi, krisis air ber­sih di gedung Pemkot Tangsel ter­jadi sejak pagi. Hingga sore, air tak kunjung mengalir. Belum diketahui penyebab tidak keluarnya air ber­sih tersebut.

Maesaroh (38), warga Ciputat usai bertamu di salah satu dinas di ge­dung satu Pemkot Tangsel mengaku kelimpungan mencari MCK terdekat di luar gedung satu untuk buang air kecil, karena MCK di dalam gedung tersebut tidak ada airnya. “Saya kebe­let pengen pipis, MCK di ruang dinas tempat saya bertamu ga ada airnya, akhirnya saya terpaksa deh lari ke MCK di pom bensin (SPBU,red) yang ada di seberang jalan gedung Pemkot Tangsel,” ujarnya saat ditemui Satelit News, di area kawasan Balaikota Tangsel, kemarin.

Wanita berambut panjang ini me­nyesalkan matinya saluran air bersih di gedung pemerintahan tersebut karena selain mengganggu aktivitas para pegawai setempat, masyarakat yang tengah bertamu ke kantor pe­merintahan pun ikut terganggu. “Se­harusnya kejadian seperti ini tidak terjadi di gedung pemerintahan,” tu­kasnya.

Senada diungkapkan Ike Farida. Salah satu pegawai yang bertugas di kantor Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangsel ini juga kelimpungan men­cari air bersih. Dia dan para pegawai Pemkot Tangsel lainnya terpaksa buang air kecil dan berwudhu di MCK milik SPBU yang berada di seberang kantornya. Aktivitas tersebut dilaku­kannya hingga berkali-kali akibat ke­tiadaan air bersih di kantornya.

Ketiadaan sumber air bersih ini su­dah terjadi sejak pagi. Dia mengaku tidak mengetahui persis penyebab matinya saluran air ke gedung satu tempatnya bertugas. “Ngga tau kena­pa, ini matinya dari pagi, kalau mau buang air kecil dan berwudhu kami terpaksa bolak-balik ke SPBU,” terang Ike. (jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.