Driver Ojek Daring Mulai Bereaksi

Gelar Aksi Damai

KOTA SERANG, SNOL—Para driv­er ojek berbasis daring dari ber­bagai wilayah di Banten seperti Kota Serang, Pandeglang dan Cilegon berkumpul menggelar aksi damai di stadion Maulayana Yusuf Kota Serang, Rabu (15/11). Tujuanya menyatukan persepsi pada seluruh driver ojek daring dan mendukung upaya pemer­intah Kota Serang untuk meme­diasi antara opang dan maneje­men perusahaan ojek daring.

Ketua Satgas Driver Online Se Banten Arip menyampaikan pihaknya ingin bermediasi di gedung Pemkot Serang. “Kami sengaja kumpulkan temen-te­men di sini supaya tidak meng­gangu lalu lintas. Kami ingin aksi ini tertib dan tidak menimbul­kan kemacetan di jalan,” ujarnya. Ia juga menjelaskan pihaknya tidak menaruh dendam terkait gesekan yang sering terjadi antara opang dan ojek daring. Menurutnya semua itu terjadi karena kurangnya komunikasi yang baik antara opang dan ojek daring, khususnya Gojek.

“Kami juga mengakui kita sa­ma-sama cari makan, opang dan Gojek sama-sama saudara, tidak ada permusuhan, kami sama warga Banten. Intinya kami sa­ma-sama memberikan pelayan­an yang baik bagi masyarakat,” ucapnya, kemarin.

Dikatakan bahwa aksi yang digelar tersebut adalah bentuk menghargai Pemerintah Kota (Pemkot) Serang untuk sepakat berhenti operasi sementara dan kumpul menjadi satu untuk me­nyambung silaturahmi dan me­nyamakan presepsi. “Jadi kum­pul semua pada sekarang bahwa untuk membutikan ojek online menaati peraturan pemerintah dan sepakat untuk off secara bersama-sama,” ujar Arip.

Menurutnya, adanya ojek dar­ing sendiri karena makin su­sahnya lapangan pekerjaan di Banten. Sebab itu pemerintah harus bisa mengambil keputusan yang bijak dan tidak merugikan sebelah pihak. “Karena kita in­gin mencari nafkah dan mencari rezeki dan yang hadir disini ada­lah untuk anak istrinya,” jelasnya.

Ahmad driver ojek daring lain­nya menyatakan bahwa walau­pun banyaknya kejadian yang menimpa driver ojek online pihaknya tetap menerima dan tidak ada sifat dendam sedikit pun. “Makanya supaya tidak ada gesekan di lapangan, kita tetap tertib aturan dan tidak anar­kis. Karena kita ingin membuat kondusif di Kota Serang serta pemerintah mengambil langkah yang lebih baik sampai ada rapat mediasi antara opang dan Gojek yang bisa saling menerima,” ucapnya.

Sementara Kapolres Kota Se­rang AKBP Komarudin dalam proses mediasi meminta kepada kedua moda tranportasi online dan konvensional agar tetap kondusif. Kapolres menegaskan bahwa pihaknya akan menin­dak para pihak yang melakukan sweeping atau tindakan anarkis atas konflik ojek online dan ojek pangkalan tersebut.

“Oleh karena itu kami pihak kepolisian memberikan warn­ing, memberikan tekanan agar kedua belah pihak menahan diri dan wajib menjaga suasana kondusif. Dan apabila ada tin­dakan sweeping, silakan kor­ban melapor ke kepolisian set­empat, akan kita tindak lanjuti. Kita pastikan akan kita proses berdasarkan ketentuan yang ada,” ujarnya. Hadir dalam ac­ara tersebut humas Gojek Pusat Nurahmat, Asda I Kota Serang Nanang Syaifudin, dan sejum­lah perwakilan Opang. Mediasi berjalan alot, keduanya saling menyampaikan aspirasi pada Pemkot Serang.

“Kami minta opang dan ojek online bisa menyampi­kan aspirasinya dengan baik. Jangan sampai ada keributan. Kami semua duduk bareng un­tuk mencari solusi agar moda transportasi online maupun konvensional bisa hidup ber­dampingan,” ujarnya. Komaru­din berharap dalam mediasi ini tidak ada debat kusir seperti sal­ing menyalahkan. Tapi mediasi kontibutif mengisi kekurangan dari kedua tranportasi online maupun konvensional.

“Perlu diketahui baik ojek konvensional maupun online belum ada regulasi yang jelas tentang angkutan roda dua. Un­tuk itu kedua belah pihak harus menyadari itu. Jadi jangan saling arogan bicara paling benar. Pada intinya mediasi ini ke dua belah pihak bisa sama-sama men­cari makan tanpa ada gesekan,” ucapnya.

Kemudian ia juga menegaskan akan menindak siapapun yang mencoba membuat keributan di Kota Serang. “Kami tegaskan, pada opang dan online tidak boleh ada sweeping atau hal-hal lain yang menggangu ketertiban umum di masyarakat,” tegasnya.

Sementara, Nurahmat dari pihak Gojek Pusat menyampai­kan permohonan maaf pada Pemkot Serang tidak bisa hadir pada undangan sebelumnya. “Kami mohon maaf karena ket­erbatasan SDM di pusat, dan banyak undangan di Dirjen pusat jadi kami belum sempat untuk hadir secara waktu bersa­maan,” ucapnya. (bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.