Elite Golkar Diminta Tak Lindungi Setya Novanto

JAKARTA,SNOL – Pengamat Politik dari Universitas Mercu Buana Ja­karta, Maksimus Ramses Lalong­koe meminta jajaran elite Partai Golkar tidak melindungi proses hukum terhadap Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto. Elite Golkar disarankan mendo­rong Setya Novanto untuk men­jalani proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sehingga tidak menciptakan be­ban politik terhadap partai.

“Para elite Golkar perlu men­dorong pak Setya Novanto un­tuk mengikuti proses hukum di KPK biar tidak jadi beban politik partai,” kata Ramses di Jakarta, Rabu (15/11).

Menurut Ramses, upaya elite Partai Golkar mendorong Setya Novanto mengikuti proses hukum di KPK justru berdampak posi­tif bagi Partai Golkar itu sendiri. Sebab melalui sikap demikian secara politik kepercayaan rakyat terhadap Golkar tidak merosot karena adanya kemauan politik dalam menghormati proses hu­kum. “Untuk menjaga kepercayaan rakyat terhadap golkar maka elite golkar perlu yakinkan pak Novanto untuk jalani proses hu­kum di KPK,” ujar Ramses.

Lebih lanjut, Direktur Ekseku­tif Lembaga Analisis Politik In­donesia (L-API) ini mengatakan Setya Novanto merupakan tokoh politik dan seorang pejabat tinggi negara. Sebagai seorang tokoh, sikap keteladanan sangat penting bagi publik dan generasi muda. “Kan beliau seorang tokoh politik dan pejabat tinggi negara. Sikap keteladanan sangat penting bagi masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, bila elite Golkar dan Setya Novanto terus menghindar dari proses hukum di KPK dengan berbagai cara maka hal tersebut dapat merusak citra Partai Golkar secara politik dan juga akan berdampak buruk terhadap masyarakat Indonesia.

Seperti diketahui, Setya Novanto hari ini dipanggil untuk diperiksa sebagai tersangka dalam kasus e-KTP. Pemang­gilan Novanto sebagai tersangka itu telah disampaikan KPK pada Senin (13/11/2017).

Kali ini merupakan pemang­gilan perdana untuk Novanto setelah kembali ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus e-KTP. KPK menetapkan kembali Novanto se­bagai tersangka pada Jumat. Novanto sebelumnya lolos dari status tersangka setelah memenangi gu­gatan praperadilan terhadap KPK.

Dalam kasus ini, Novanto ber­sama sejumlah pihak diduga menguntungkan diri sendiri, orang lain, atau korporasi. Pasal yang disangkakan terhadap Novanto adalah Pasal 2 Ayat 1 subsider Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.(fri/jpg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.