Tak Semua Warga Menganiaya

Kasus Persekusi Pasangan Muda

TIGARAKSA,SNOL—Penganiayaan dan penelanjangan terha­dap pasangan muda di Kelura­han Sukamulya, Cikupa, Sabtu (11/11) lalu tak dilakukan selu­ruh warga. Kekerasan hanya di­lakukan enam orang yang sudah menjadi tersangka dan ditahan.

Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif dalam tayangan langsung di media sosial men­gungkapkan peran ke enam ter­sangka yang berinisial G, T, A, I, S, dan N. Awalnya tersangka T, ketua RT, mendatangi kontrakan korban. Dia langsung menggele­dah kontrakan korban, memba­wa keluar serta menelanjangi. T juga menyeret serta melakukan pemukulan terhadap korban.

Saat itu, pintu rumah kontrakan sejoli yang dituduh mesum tak di­kunci. Kedua sejoli itu tengah asyik menyantap makan malam saat pintu dan langsung menuduh R dan M berbuat mesum.ketua RT berinisial T membuka

“Pintu tidak terlalu terkunci. Pintu lalu dibuka dan lang­sung dikatakan, ‘Kamu berbuat mesum ya?’” kata Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif me­nirukan ketua RT saat itu.

Saat itu, kata Sabibul, hanya terlihat seorang wanita berinisial M. Tak lama kemudian, seorang pria berinisial R keluar dari ka­mar mandi setelah gosok gigi.

“Lalu perempuan itu bilang, ‘Ini pacar saya, calon suami saya’,” ujar Sabibul seperti, Rabu (15/11).

Setelah menggerebek, Sobilul mengatakan tersangka lain lalu diseret keluar kontrakan. Mer­eka juga mencekik dan menyer­et korban. Dua sejoli itu lantas dibawa ke pos kamling sekitar 300 meter dari kontrakan.

“Tersangka A ikut memegang tangan dan mencekik leher kor­ban, menyeret dan mengarak ko­rban R. R ini laki-laki,” lanjutnya.

Tersangka S dan N terbukti memu­kul kepala kedua korban. Mereka juga ikut menelanjangi korban.

“S ikut memukul kepala ko­rban, memaksa membuka celana, dan menampar serta menjambak kepala korban R. Tersangka N memukul kepala korban R, membuka celana ko­rban dan ikut juga memukul ke­pala korban M,” ujar Sabilul.

Aksi lainnya dilakukan ter­sangka I. Dia memegangi tan­gan korban saat tersangka lain melakukan pemukulan. Terakh­ir, tersangka G yang merupakan ketua RW melakukan pemuku­lan terhadap korban. Dia me­nampar muka sejoli itu setelah diarak dari kontrakan.

Sabibul menegaskan, yang menelanjangi dan menganiaya dua sejoli ini hanya beberapa orang. “Artinya bukan seluruh warga. Artinya bahwa betul-betul kekerasan terjadi,” ucap Sabibul. Keenam tersangka itu pun dijerat dengan pasal 170 KUHP dan 335 KUHP dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara. (mg1/gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.