Pasar Kemis Rawan Terjadi Ledakan Penderita HIV/AIDS

TANGERANG,SNOL—Berdasarkan hasil penelitian dan pengawasan di lapangan (survailen) yang dilakukan Komisi Pemberantas HIV wilayah Kecamatan Pasar Kemis menjadi daerah yang rawan terjadi ledakan jumlah penderita HIV dan AIDS di Kabupaten Tangerang. Pasalnya saat ini di daerah tersebut kini mulai tumbuh tempat-tempat yang dijadikan tempat mangkal berbagai kegiatan yang berisiko tertular HIV.

“Kecamatan Pasar Kemis tengah mendapatkan perhatian khusus dari KPA. Kami mengkhawatirkan di tahun 2017 ini terjadi ledakan jumlah HIV di sini,” jelas Sekretaris KPA Kabupaten Tangerang Efi Indarti kepada Satelit News di ruang kerjanya Rabu (15/11) lalu. Efi menjelaskan salah satu daerah yang menjadi sorotan KPA adalah di sekitar kawasan Kali Mati. Pasalnya di daerah tersebut kini banyak dijadikan lokasi mangkal para waria, serta pria-pria penyuka sesame jenis.

“Ini berbahaya, karena berdasarkan hasil pemantauan kami tahun 2016 lalu, lonjakan jumlah penderita HIV dan AIDS di Kabupaten Tangerang paling banyak disumbang oleh waria dan pria penyuka sesame jenis ini,” jelas Efi.

Untuk itu menurut Efi, saat ini pihaknya terus aktif melakukan survailen agar jumlah penderita HIV dan AIDS tidak makin bertambah diwilayah tersebut.

Sementara itu salah satu aktifis KPA Kabupaten Tangerang Hadi Irawan menambahkan selain di kecamatan Pasar kemis ada 7 kecamatan lainnya yang juga menjadi pengawasan. Kecamatan tersebut diantaranya Kosambi, Teluknaga, Sukadiri, Cikupa, Balaraja, Jayanti dan Tigaraksa.

Hady mengatakan, hasil penelitian menyebutkan perilaku hidup tidak sehat dengan pasangan menyebabkan tinggi penularan HIV/AIDSterhadap warga di kecamatan tersebut.

Bahkan kasus seks bebas di wilayah itu dianggap sebagai salah satu penyebab tingginya angka penularan virus tersebut. Berdasarkan data bahwa setiap tahun bertambah

lebih dari 45 penderita HIV/AIDS di wilayah ini dan tersebar di wilayahwilayah tersebut.

“Sebenarnya untuk kasus penyebaran sudah merata hampir di seluruh kecamatan. Hanya saja yang paling banyak terjadi di 8 kecamatan tersebut,” papar Hadi. Dia menambahkan penderita HIV/AIDS  di Kabupaten Tangerang tahun 2014 sebanyak 266 orang, tahun 2015 (350 orang) dan tahun 2016 (400 orang). Hal ini tidak boleh dibiarkan dan perlu upaya nyata untuk mengatasinya dan pihak terkait harus terjun langsung demi mengurangi jumlah penderita.“Ini sangat mencemaskan, karena penderita kebanyakan adalah ibu rumah tangga dana anak-anak,” katanya. (hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.