15 Rumah dan 1 Sekolah Rusak

Angin Puting Beliung Hantam Pemukiman Warga Sukamulya

SUKAMULYA, SNOL–Angin puting beliung menerjang kampung Benda, Desa Benda, Sukamulya, Kabupaten Tangerang, Jumat (17/11) sore. Sedikitnya 15 rumah milik warga dan satu unit bangunan sekolah rusak dalam ben­cana tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.

Angin kencang membawa ter­bang atap bangunan Madrasah Tsanawitah Perintis Futuhiyah di Desa Benda. Kerusakan atap akibat angin kencang juga di­alami rumah warga Benda atas nama Inan (60), Eli (41), Nining (46)m, Encam (50), Nurdi (40) Kamdani (50) dan Mad Amin (42).

Sebagian rumah warga juga mengalami kerusakan akibat pohon yang tumbang setelah dihajar angin puting beliung. Di antaranya milik Sadeli (40), Sakri (45), Udi (55), Kamsuri (50), Ayadi (55), Icih (65) dan Napsiah (50).

Kepala Badan Penanggulan­gan Bencana Daerah Kabupaten Tangerang, Agus Suryana men­gatakan bencana angin puting beliung di Benda, Sukamulya itu terjadi sekitar pukul 14:00 WIB. Peristiwa bersamaan dengan ke­jadian kebakaran pabrik kimia di Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang.

Menurut Agus, dari seluruh rumah yang diterjang angin put­ing beliung, rumah milik Nap­siah yang mengalami kerusakan paling berat. Bangunan rumah yang berbentuk semi permanen dan tidak kokoh membuat angin dapat dengan mudah meng­hancurkan rumah. Beruntung tidak menimbukan jatuh kor­ban akibat kejadian itu.“Rumah-rumahnya tidak kokoh sehingga mudah dihantam angin,” kata Agus.

Hingga pukul 19:00 WIB, petugas dari BPBD Kabupaten Tangerang masih terus berjaga-jaga menghindari terjadinya pe­rubahan cuaca susulan, proses pendataan terhadap sejumlah rumah warga juga terus dilaku­kan. Pihaknya pun bisa memas­tikan kerugian yang ditimbulkan akibat kejadian itu.

“Masih terus berjaga-jaga, sekaligus melakukan pendataan terhadap rumah lainnya yang dikhawatirkan mengalami keru­sakan serupa,” katanya.

Selain Kecamatan Sukamu­lya, kata dia, sejumlah daerah lainnya seperti Kecamatan Legok, Jambe, Tigaraksa, Jay­anti, Kresek, Mekar Baru, Kronjo, Kemiri juga masuk ke dalam daerah rawan bencana. Pihaknya mengimbau kepada warga untuk lebih ekstra ber­hati-hati menghadapi peruba­han cuaca yang ekstrem terjadi saat ini.

Ditanya apakah para korban bencana akan mendapatkan bantuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, sambung Agus, bergantung dari surat per­mohonan yang diajukan oleh pi­hak Desa Benda dan Kecamatan Sukamulya sendiri. ”Pengajuan akan kami sampaikan kalau pi­hak desa dan kecamatan mau membuatkan permohonan ban­tuan ganti rugi korban bencan­ca,’ tegasnya.

Berdasarkan bencana alam yang terjadi, kata Agus, terdapat lima macam becana alam yang harus diwaspadai pada peruba­han musim saat ini. Salah satu­nya banjir yang disebutkannya mengancam Teluknaga, Kosam­bi, Pakuhaji, Kronjo, Kresek, Ti­garaksa dan Jambe.

Selain itu, ada kebakaran yang rawan terjadi di Pasar Ke­mis, Kosambi, Curug, Legok, Cikupa dan Balaraja. Sedang­kan wilayah rawan terjadinya bencana puting beliung yakni di wilayah Kecamatan Cisoka, Solear, Tigaraksa dan Pagedan­gan. Sementara wilayah rawan longsor berada di Kecamatan Cisauk dan Cisoka. Sedangkan, untuk wilayah bencana rawan pangan berada di Kecamatan Pakuhaji, Sepatan, Kresek, Mek­arbaru, Gunung Kaler, Telukna­ga, Sukamulya, Kemiri dan Ke­camatan Mauk.

Sekretaris Camat Sukamu­lya Abudin mengatakan telah melakukan evakuasi terhadap korban sekaligus mengintruksi­kan kepada korban untuk ting­gal sementara di rumah sanak saudaranya yang terdekat. “Saya dan pak camat juga ikut mem­bantu proses evakuasi langsung. Data-data rumah korban juga sudah kami laporkan ke BPBD,” pungkasnya. (mg1/gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.