Pengusaha Pergudangan Diberi Peringatan

Izin Dicabut Jika Tetap Membandel

TANGERANG,SNOL—Bupati Tangerang A Zaki Iskandar mengeluarkan perin­gatan keras terhadap para pengusaha pergudangan di kawasan Kosambi, Kabupaten Tangerang. Zaki mengan­cam akan mencabut izin pergudan­gan jika pengusaha tidak kooperatif terhadap petugas Pemerintah Kabu­paten Tangerang yang melakukan pengawasan.

Peringatan Zaki disampaikan ke­pada 100 pengelola industri dan per­gudangan di wilayah Kosambi yang dikumpulkan di Pendopo Bupati Tangerang, Kamis (16/11) malam. Dia menegaskan tak ingin peristiwa kebakaran yang menelan 48 korban jiwa di Kosambi terulang kembali.

“Hasil monitoring Wasdal Dinas Perindustrian dan Perdagangan Ka­bupaten Tangerang menemukan banyak permasalahan karena itu kami tidak mau peristiwa kebakaran di kosambi yang menelan korban jiwa terulang kembali,” ujar Zaki Iskandar.

Mantan anggota DPR RI itu me­minta pengusaha untuk memperha­tikan izin usaha yang dimiliki sesuai pengajuan awal. Dia mencontohkan peristiwa di pabrik kembang api yang terbakar di Kosambi. Perusa­haan mengajukan izin penanaman modal sebesar Rp 17 miliar dan tenaga kerja sebanyak 35 orang. Tapi, kondisi di lapangan menunjukkan tenaga kerja yang dipekerjakan lebih dari 100 orang.

“Banyak laporan dari kepala desa dan petugas pengawas ketika datang ke perusahaan untuk mengecek akti­vitasnya sulit diketahui bahkan tidak dibukakan pintu. Besok kalau ma­sih ada perusahaan yang seperti itu langsung disegel saja cabut izinnya,

dari pada kami yang kena imbasnya,” ancam Zaki.­

Pertemuan di pendopo Bupati Tangerang itu merupakan upaya Pemkab Tangerang membina pengusaha industry dan per­gudangan. Setelah ini akan ada lagi pelaku usaha wilayah lain di Kabupaten Tangerang yang akan dibina.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Moch Maesyal Ra­syid mengatakan pembinaan kepada pelaku usaha dilakukan mengetahui kelengkapan legali­tas usaha yang dikelola seperti perizinan.

“Kami minta kepada pelaku industri untuk benar-benar per­hatikan perizinannya, dan juga tenaga kerja dan upah sesuai upah minimum regional,” ujar Maesyal Rasyid.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kabupaten Tangerang Nono Sudarno men­gatakan setiap usaha yang di­lakukan pelaku industri wajib memiliki izin usaha industri. Perusahaan industri yang tidak memiliki izin usaha industri dikenakan sanksi yaitu sanksi peringatan tertulis, denda ad­ministrasi dan penutupan se­mentara.

Sedangkan perusahaan in­dustri yang tidak berlokasi di kawasan industri atau peruntu­kan kawasan industri dikenakan sanksi yaitu peringatan tertulis, denda administratif, penutupan sementara, pembekuan IUI dan pencabutan IUI.

“Berdasarkan data yang kami miliki dari 100 perusahaan yang diundang pembinaan hari ini hanya ada 8 perusahaan yang memiliki IUI, sedangkan izin usaha Perindustrian 37 perusa­haan. Kami harap agar pelaku usaha segera mengurus IUI nya,” ujar Nono di hadapan Bupati Tangerang.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang Tedi Suwardi men­gatakan berdasarkan hasil veri­fikasi pergudangan di wilayah kosambi, dari 346 perusahaan diketemukan perusahaan masih ada yang belum memiliki izin. Begitu juga tanda daftar gudang. (mg1/gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.