Pohon Tumbang Timpa Kantin Sekolah

TANGERANG, SNOL— Obrolan sejum­lah orang tua siswa SMPN 1 Tangerang di salah satu kantin sekolah seketika berganti teriakan histeris. Suara ke­jatuhan ranting pohon yang dikira petir membuat mereka berhamburan keluar kantin. Peristiwa kala hujan lebat itu terjadi Jumat (17/11).

Lis (40) bersegara mengangkut se­jumlah barang dagangannya men­jauh dari kantin. Salah satu pemilik lapak kantin SMPN 1 Tangerang ini harus merelakan etalase warungnya rusak akibat kejatuhan dahan pohon. Namun dia mengaku bersyukur tak satu pun temannya terluka akibat peristiwa yang disebabkan hujang lebat itu. “Pas hujan deras, pikir kita suara petir, ternyata kayu (batang pohong) patah. Gak ada korban luka cuma etalasi, atap aja rusak. Makan­an dan minuman juga sempat jatuh. Namanya musibah, yaudahlah,” ka­tanya yang mengaku masih trauma saat diwawancarai.

Teman Lis, Rum menimpali per­nyataan teman satu profesinya itu. Dia mengaku tak menyangka batang pohon yang nampak masih hijau serta kokoh tersebut patah menimpa warung rekannya. Ditambahkan Rum, pemangkasan batang atau ranting rapuh di lingkungan sekolah itu rutin dilakukan petugas. “Biasanya kalau kering sudah dipotong, tapi ini karena kelihatan masih hijau jadi gak dipotong,” jelasnya.

Tercatat, ada dua titik lokasi kejadi­an batang pohon tumbang di sekitar SMPN 1 Tangerang. Pasukan Tebas Bidang Pertamanan Dinas Kebu­dayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang memotong sejumlah batang yang berpotensi tumbang di lokasi tersebut.

Kepala Bidang Pertamanan Dis­budpar, Tihar mengatakan, upaya merawat dan mencegah kejadian serupa rutin dilakukan. “Kita sudah setiap hari sudah lakukan antisipasi dengan cara menstreaming atau penjarangan ranting daun, dipapas untuk mengurangi tajuk daun yang rimbun atau yang melambai ke ja­lan,” katanya via sambungan telepon.

Dia menambahkan, tersedia tiga unit mobil hidrolik yang digunakan tim tebas dalam rutinitas tugas harian. Musim penghujan yang disertai angin dinilai Tihar berpotensi menumbang­kan bagian pohon tanpa bisa dipredik­si. Masyarakat, sambung Tihar, seyog­yanya dapat berhati-hati bila di situasi tersebut. (irfan/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.