Sepekan Ungkap 2 Kasus Narkoba

Tiga Tersangka Diciduk

SEPATAN,SNOL— Perang terhadap Narkoba yang didengungkan oleh anggota Polsek Sepatan Kabupaten Tangerang, ternyata bukan isapan jempol. Terbukti, dalam satu pekan, anggota Polsek Sepatan membong­kar dua kasus narkoba dengan jarin­gan yang berbeda.

Berawal pada Rabu (15/11) seki­tar pukul 22.00 WIB, team Opsal Reskrim Polsek Sepatan menangkap satu tersangka CMD alias BNTG (22), warga Kampung Buaran Kandang RT.002/03, Desa Pakualam Keca­matan Pakuhaji. Keesokan harinya tepatnya Kamis (16/11) team Opsal kembali menangkap dua tersangka MHD alias MDG (30) Warga Kam­pung Buaran Kandang Desa Pak­ualam Kecamatan Pakuhaji dan ARM alias DE warga Kampung Ta­nah Merah Desa Tanah Merah Keca­matan Sepatan Timur.

Kapolsek Sepatan AKP I Gusti Moh Sugiarto menuturkan, penangkapan tersangka CMD alias BNTG berawal dari informasi masyarakat ke petugas Bripka Abdul Hakim Siregar dan Brip­ka Kiswanto, bahwa akan ada transaksi narkoba di Jalan Raya Mauk KM 11, te­patanya di Kelurahan Sepatan RT.02/2. Mendapat informasi tersebut, petugas langsung menuju ke lokasi.

“Informasi dari warga ternyata benar, ada laki-laki mencurigkan yai­tu tersangka CMD alias BNTG sedang duduk sambil memainkan telepon genggam seperti sedang menunggu seseorang. Saat anggota menggele­dah pelaku ditemukan di kantong cel­ana belakangnya satu kantong plastik flip bening yang diduga sabu-sabu disimpan dalam bungkus rokok,” kata I Gusti kepada Satelit News saat dite­mui di ruangannya, Jumat (17/11).

Menurut keterangkan tersangka CMD, lanjut I Gusti, Narkoba je­nis sabu-sabu didapat dengan cara dipesan melalui telepon seluler. Kemudian pelaku janji ketemu den­gan seseorang yang diduga sebagai kurir di sebuah tempat. Setelah uang diterima oleh kurir, barulah sabu-sabu diberikan ke tersangka.

“Kita sedang mengejar tersangka kurir dan bandar narkoba yang menjual ke tersangka CMD ini karena saat nomor telepon kurir tersebut dihubungi dalam kondisi sudah tidak aktif,” ujarnya.

Semantara, tersangka MHD alias MDG dan ARM alias MDG ditangkap pada Kamis (16/11) malam di lokasi berbeda. Penangkapan kedua ter­sangka berawal dari informasi warga bahwa di rumah MHD dicurigai ker­ap digunakan transaksi sabu-sabu.

MH ditangkap di rumahnya. Hasil penggeledahan ditemukan kantong plastik flip berisikan sabu-sabu se­berat 0,62 gram. “Setelah diintrogra­si, MHD mengaku sabu-sabu terse­but dibeli dari ARM dan ternyata ARM juga meyimpan sabu-sabu se­berat 0,81 gram,” tuturnya.

Ketiga dijerat dengan pindana pey­alahgunaan narkoba sebagaimana dimaksud pasal 112 ayat 1 Undang-undang Republik Indonesia No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. “An­caman pidana penjara paling singkat 4 tahun paling lama 12 tahun,” pung­kasnya. (imron/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.