Tersambar Petir, Pabrik Tiner Terbakar

JATIUWUNG, SNOL—Asap hitam memenuhi sebagian langit Kota Tangerang, Jumat (17/11). Asap hitam pekat itu berasal dari keb­karan pabrik tiner, PT Mustika Caraka Laksana di Jalan Kawasan Industri, Jalan Manis V, Jatiuwung. Amukan si jago merah itu diduga bermula dari sambaran petir.

Suara ledakan nyaring terden­gar puluhan kali saat proeses pemadaman PT Mustika Caraka Laksana berlangsung. Ledakan itu berasal dari ratusan drum yang terbakar sejak pukul 13.10 WIB. Kobaran api hampir merata me­nyala di setaip sudut pabrik.

Kepala Polisi Sektor Jatiuwung, Kompol Eliantoro Jalmaf men­gungkapkan, pihaknya mendapat laporan sekira pukul 13.20 menit. Kebakaran yang menghanguskan ratusan ribu liter tiner senilai pu­luhan miliar ini terjadi saat hujan lebat. Dia mengatakan, areal pe­nyimpanan tiner terbuka tanpa atap.

“Kejadiannya terjadi kurang lebih pukul 13.30, jadi dapat laporan, informasi awal dari ke­pala pabrik, api ini disebabkan karena adanya petir. Kebetulan cuaca saat terjadinya kebakaran ini memang lagi hujan, petir me­nyambar ke bagian pengolahan tiner, sehingga munculah api,” jelasnya.

Api dengan cepat menyebar ke berbagai sudut pabrik. Tidak kurang dari 10 unit pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api. Elaintoro menyebut, armada damkar yang turun berasal dari Kecamatan Jatiuwung, Cibodas dan Periuk.

“Ada bantuan dari kabupaten dan kota, dua unit dari kabu­paten, kita tempatkan di pemu­kiman warga untuk mencegah kebakaran lebih lanjut ke pemu­kiman,” katanya.

Eliantoro memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun dilaporkan dua orang mengalami luka bakar ringan. Salah satu korban terse­but adalah petugas damkar.

“Tidak ada korban jiwa, cuma ada korban luka bakar, terma­suk kepala pabrik, lainnya yaitu petugas pemadam kebakaran, cuma luka ringan, tangan dan pipi,” tambahnya.

Pabrik tiner itu, disebut Kapol­sek, memperkerjakan 96 kary­awan. Saat kejadian, lanjutnya, para karyawan tengah di jam istirahat usai ibadah salat jumat. Beruntung para karyawan tidak di lokasi saat kobaran api mulai muncul.

“Kebetulan pada saat itu se­dang Jumatan dan karyawan langsung istirahat sehingga para karyawan lagi off lagi makan, ya Alhamdulillah mereka lagi tidak ada di dalam pabrik,” ungkapnya.

Proses pemadaman berlang­sung hingga hari petang. An­tisipasi penyebaran api juga dilakukan damkar dengan me­nyiagakan armada serta perso­nel di beberapa sisi luar pabrik. Eliantoro menyebut, pabrik tersebut berbatasan dengan pemukiman dan pabrik lainnya.

“Hampir saja (pemukiman) warga kena, cuma sudah dian­tisipasi oleh damkar, ada 4 unit yang kami siagakan di belakang (sekitar pemukiman warga). Warga aman, tapi tetap yang dekat kita evakuasi ke tempat yang lebih aman. Seperti rekan-rekan lihat di seputaran pabrik yang ada warganya sudah kita bersihkan,” pungkasnya. (irfan/gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.