Jalan Pakuhaji-Teluknaga Rawan Begal

Dalam Dua Pekan, Dua Kejadian Begal

PAKUHAJI, SNOL- Bagi pengendara mo­tor yang akan melintas Jalan Raya Pakuhaji-Teluknaga tepatnya di Kampung Lontar, Desa Kalibaru, Kecamatan Pak­uhaji, Kabupaten Tangerang di malam hari sebaiknya waspada. Pasalnya dalam dua pekan terakhir sudah terjadi dua tindak pidana pembegalan.

Warga Kampung Lontar, Desa Ka­libaru, Kecamatan Pakuhaji Rudi Her­mawan menuturkan, kasus pembega­lan yang pertama menimpa perempuan warga Desa Laksana, Kecamatan Paku­haji. Akibat kejadian tersebut wanita tersebut mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah sebab motor dan dompet korban diambil oleh para pelaku.

“Kebetulan wanita yang menjadi kor­ban adalah keponakan teman saya yang sama-sama kuli angkut di pabrik yang berada di kawasan gudang Desa Laksa­na,” kata Rudi kepada Satelit News saat bertemu di warung jembatan Kalibaru, Senin (20/11).

Rudi menceritkan, kasus pembega­lan yang menimpa perempuan warga Desa Laksana sudah dilaporkan ke Pol­sek pakuhaji namun sampai sekarang pelaku pembegalan belum bisa ditang­kap. “Korban dibegal pada pagi hari sekira pukul 06.00 WIB, pelaku pembe­galan itu tiga orang menggunakan dua motor berplat nomor A,” tuturnya.

Sementara untuk kasus kedua pem­begalan tersebut menimpa warga Kra­mat. Korban dibuntuti di Teluknaga oleh kawanan begal setelah berada di Kampung Lontar, Desa Kalibaru kawa­nan begal menghentikan korban dengan ancaman senjata golok korban tidak berkutik saat motornya diminta oleh kawanan begal. “Aktivitas kuli angkut kawasan Desa Laksana itu 24 jam jadi kalau ada kasus begal pasti saja tahu sebab terkadang para kuli angkut yang membantu korban,” ujarnya.

Rudi berharap, Pemerintah Kabu­paten (Pemkab) Tangerang dan Pemerintah Provinsi (Pemrov) Banten me­masang Penerang Jalan Umum (PJU) karena disinyalir kawanan begal berani melancarkan aksi karena kondisi gelap dan sepi. “Saya juga minta ke Polisi agar melakukan patroli di malam hari disepajang jalan Pakuhaji-Teluknaga untuk memberikan rasa nyaman pen­gendara motor yang beraktivitas di malam hari,” harapanya.

Saat hal ini dikonfirmasi kepada pi­hak kepolisian, Kapolsek AKP Suyatno mengaku belum mengetahui ada tida­knya laporang warga yang menjadi ko­rban pembegalan di Jalan Raya Pakuh­aji-Teluknaga dua minggu terakhir ini. “Nanti saya coba cek dahulu di reskrim,” jelas Suyatno.

Hanya saja Suyatno tidak memungki­ri jika akibat tidak adanya penerangan di di Jalan Raya Pakuhaji-Teluknaga tersebut membuat jalan yang menjadi kewenangan Provinsi Banten tersebut rawan aksi kriminal.

“Saya berharap dinas terkait segera me­masang PJU (Penerangan Jalan Umum) mengingat jalan tersebut rawan kejahatan sedangkan jumlah anggota terbatas untuk bisa terus melakukan pengawasan di jalan tersebut,” jelasnya.(imron)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.