Pengajuan Cerai Didominasi Faktor Nafkah dan Perselingkuhan

70 Persen Pemohon Adalah ASN Guru Perempuan

RANGKASBITUNG,SNOL–Dinas Kepegawaian Pendidikan dan Pelati­han (DKPP) Lebak mencatat, tingkat perceraian di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak hingga bulan November 2017, yaitu sebanyak 37 kasus. Dari jumlah tersebut, 70 persen didominasi guru perempuan dilingkungan Dinas Pen­didikan dan Kebudayaan (Dindik­bud) Lebak.

Kepala Bidang (Kabid) Pembi­naan DKPP Lebak, Fuad Lutfi mengatakan, jumlah tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yaitu 30 pemohon dan tetap didominasi pen­didik alias guru, dengan alasan mayoritas karena tidak di nafkahi dan perselingkuhan.

Selain itu, ada juga akibat faktor ekonomi. Sehingga, mereka (Pemo­hon) memutuskan untuk mengaju­kan permohonan cerai dari DKPP, sebagai salah satu syarat untuk melanjutkan ke Pengadilan Agama (PA) setempat.

“Dari tiga puluh tujuh yang sudah mengajukan, tiga puluh diantaranya sudah selesai (sah cerai,red) dan tu­juh lainnya, masih dalam proses di PA,” kata Fuad kepada Satelit News, Senin (20/11).

Katanya, pemohon yang datang ke DKPP tidak langsung diberikan surat rekomendasi atau tidak begitu saja merealisasikan permohonan ASN tersebut. DKPP juga menganalisa dan mengoreksi terlebih dahulu ka­susnya.

Karena, jika mudah memberikan rekomendasi tersebut, dikhawatir­kan permasalahan yang dialami ASN hanya terbawa emosi sesaat. Untuk itu, DKPP terlebih dahulu memedia­si-nya. “Ada yang sudah mengajukan ke PA dan sudah proses, tapi dicabut kembali oleh pemohon. Alhamdulil­lah, sampai saat ini hubungan suami-istri mereka terbilang baik-baik saja.Bahkan, ada pula yang belum beres perceraiannya di PA, tapi sudah menikah dengan lelaki lain. Itu jadi persoalan. Maka, kami tidak mau hal seperti itu terulang kembali,” pa­parnya.

Disinggung upaya lain yang dilaku­kan DKPP, agar para ASN khususnya perempuan itu tidak mudah untuk mengajukan permohonan cerai, Fuad mengaku, selama ini pihaknya terus melakukan pembinaan bagi ASN dilingkungan Pemkab Lebak seperti, sosialisasi maupun individu ketika mereka (ASN) ada persoalan rumah tangganya.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Lebak, Dede Jaelani mengaku, Pemkab Lebak akan terus melakukan pembinaan kepada ASN yang hubungan rumah tangganya bermasalah, atau sampai mengaju­kan cerai.

“Kalau faktornya, itu urusan mereka. Tapi, agar mereka tidak mu­dah melakukan cerai, kita akan terus melakukan pembinaan,” imbuhnya. (mulyana/mardiana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.