Tidak Ada Pengosongan Lahan dan Bangunan

Jelang Pelimpahan Aset ke Pemkot Tangerang

TIGARAKSA, SNOL—Meski percepa­tan pelimpahan aset dari Pemerin­tah Kabupaten (Pemkab) Tangerang kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang segera dilakukan, namun sampai saat ini sejumlah lahan dan bangunan milik Pemkab Tangerang itu belum steril atau masih ditempati pihak ketiga.

Kabid Aset Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Tangerang Fahmi Faisuri mengaku, dari 56 aset yang akan dis­erahkan kepada Pemkot Tangerang, masih ada sebagian diantaranya yang diduduki oleh pihak luar atau ketiga. Diantaranya bangunan seko­lah, yayasan, Lembaga Swadaya Ma­syarakat (LSM) dan lainnya.

“Iya sampai sekarang masih ada yang menduduki lahan tersebut,” kata Fahmi, kepada Satelit News, kemarin.

Meski tahapan serah terima sudah didepan mata, Fahmi memastikan upaya sterilisasi atau pengosongan atas lahan milik Pemkab Tangerang tidak akan dilakukan. Ia juga men­egaskan, penanganan bangunan dia­tasnya akan menjadi urusan Pemkot Tangerang setelah serah terima aset dilakukan.

“Sepertinya tidak ada upaya steril­isasi atau pengosongan. Penanganan akan menjadi urusan pihak selanjut­nya, dalam hal ini Pemkot Tangerang setelah proses serah terima dilaku­kan,” tegasnya.

Ditanya apakah para pengguna lahan tersebut memberikan retri­busi atas penggunaan lahan milik Pemkab Tangerang, sambung Fahmi, berdasarkan surat permohonan dan MoU (memorandum of understanding) sebelumnya, para pengguna aset diwajibkan untuk membayar bi­aya retribusi sebagai pengutan retri­busi non pajak. Pengguna juga berke­wajiban untuk menyerahkan aset yang digunakannya, apabila Pemkab Tangerang hendak menggunakannya.

“Jadi tidak perlu khawatir, semuanya sudah ada perjanjiannya kok. Mereka juga diwajibkan dike­nai pungutan retribusi non pajak,” terangnya.

Dengan begitu, setelah penyera­han aset dilakukan, kata Fahmi, nota MoU antara pengguna lahan dengan Pemkab Tangerang tidak akan berlaku lagi. Pengguna lahan dihimbau untuk mengurus permohonan penggunaan lahan kepada Pemkot Tangerang sebagai pemiliknya yang baru.

“Dengan selesainya proses serah terima, secara otomatis semua per­mohonan sebelumnya tidak berlaku lagi. Silahkan urus ke pemiliknya yang baru (Pemkot Tangerang, red),” terangnya.

Menurutnya, seluruh aset milik Pemkab Tangerang telah siap untuk diserahterimakan. Urusan surat me­nyurat didalamnya pun telah selesai secara keseluruhan.

Sebelumnya, Sekretaris BPKAD Kabupaten Tangerang, Muhammad Hidayat mengatakan, meski aset mi­lik Pemkab lebih banyak dibanding­kan dengan yang akan diterima, hal itu tidak menjadi penghalang dalam upaya untuk meningkatkan pelayan­an. “Penyerahan aset G to G (pemer­intah ke pemerintah, red) itu tidak melihat pada untung ruginya salah satu daerah, melainkan berdasar­kan pada prinsip pemanfaatan aset dalam upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” tandasnya.

Meski begitu,ia berharap pelim­pahan aset dapat dilakukan secara bersamaan, setelah melalui tahapan paripurna di daerah masing-masing. Rencananya, Selasa (21/11) besok, kata dia, akan dilakukan pertemuan antar Sekda Kota Tangerang dengan Sekda Kabupaten Tangerang mem­bahasa percepatan pelimpahan aset selanjutnya. (mg1/aditya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.