Buruh Tuntut UMK Direvisi

TANGERANG, SNOL—Keputusan upah minimum kota/kabupaten (UMK) diprotes ratusan buruh Kota Tangerang. Massa dari berbagai aliansi atau serikat buruh menggelar demonstrasi di depan kantor Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang, Cikokol, Selasa (21/11). Penetapan Gubernur Bant­en, Wahidin Halim itu dinilai tak sesuai janji.

UMK Kota Tangerang ditetapkan menjadi Rp 3. 582. 076, 50. Jumlah tersebut tidak sesuai dengan harapan buruh yang menghendaki UMK dinaikan menjadi Rp 3. 600.000. Massa gabungam dari se­jumlah aliansi atau serikat buruh meminta putusan tersebut direvisi.

Sekjen Serikat Metal Pekerja Metal Indonesia (SMPI), Riden mengatakan, pihaknya telah menemui Wahidin Halim un­tuk mengabulkan tuntutan kenaikan tersebut. Dia menye­but, Wahidin berjanji akan me­nyanggupi tuntutan tersebut.

“Dua hari sebelum penetapan kami sudah bertemu Pak Wahi­din dan beliau juga berjanji un­tuk menyanggupi permintaan kami,” kata dia.

Kepala Dinas Ketenagaker­jaan (Disnaker) Kota Tangerang, Rakhmansyah mengatakan, be­saran UMK disahkan Gubernur Banten sesuai Peraturan Pemer­intah (PP) Nomor 78/2015. PP tersebut, kata Rakhmansyah, mengarahkan besaran upah untuk pencapaian penghasilan yang memenuhi penghidupan yang layak bagi buruh.

Rakhmansyah menambah­kan, besaran UMK tersebut ti­dak sesuai dengan usulan yang diajukan ke dewan pengupahan Kota Tangerang sebesar Rp 3.6 Juta. “Ada kenaikan sebesar 8,71 persen dari UMK Kota sebelum­nya,” tambahnya.

Sementara itu, soal Upah Mini­mum Sektoral, Rakhmansyah mengaku belum ditetapkan. Pasalnya, saat ini pihaknya ma­sih melakukan pembahasan dan rapat terkait penentuan tersebut.

Di lain sisi, buruh Kota Tangerang yang tergabung dalam Kongres Aliansi Serikat Indonesia (Kasbi) tetap menolak besaran UMK yang telah diketok palu tersebut. Penolakan terse­but dikatakan jauh dari jumlah yang mereka harapkan. “Kami menolak tentunya,” tutur Koor­dinator Kasbi Kota Tangerang, Maman Nuriman.

Maman menegaskan, pi­haknya menuntut UMK sebe­sar Rp 3,9 juta untuk disahkan Gubernur Banten. “Seminimal­nya ada kenaikan sebesar 11.61 persen menjadi Rp 3.7 juta un­tuk UMK,” tegasnya.

Bahkan, dirinya mengatakan menarget kenaikan sebesar 19 persen hingga UMK yang disah­kan menjadi Rp 3,9 juta. Saat ini pihaknya sedang menyusun strategi untuk dapat memper­juangkan nasib parah buruh. “Hari ini akan kita kawal penen­tuan UMSK di Disnaker. Kita akan turunkan sekitar 500 ang­gota untuk mengawal,” lanjut­nya.

Dirinya berjanji akan menu­runkan massa lebih banyak lagi jika memang permintaan mer­eka tidak didengarkan. “Tunggu informasi lebih lanjut. Akan ada aksi lebih besar lagi,” tutup Ma­man. (irfan/gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.