Kendaraan Bercecer, Gedung Parkir Dibangun

TANGERANG,SNOL—Kawasan Pusat Pemerintah (Puspem) Kota Tangerang, Jalan Satria Sudirman kerap nampak deret tak beraturan ratusan kendara­an. Muasal kondisi tersebut adalah tak tersedianya lahan parkir yang cukup. Sebuah gedung empat tingkat tengah dibangun Pemerintah Kota Tangerang guna menampung ratusan kendaraan tersebut.

Gedung parkir baru dibangun di bekas tempat parkiran motor Puspem Kota Tangerang. Keterba­tasan lahan diakali pihak kontrak­tor dengan meninggikan bangunan tersebut. Kepala Bidang Bangunan Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Tangerang, Hadi Baradin men­gatakan, gedung berlantai empat itu mampu menampung 200 unit mobil serta 250 unit motor.

“Kalau full mobil itu 250 (unit), kalau motor dikalikan 5 saja (1250). Kompensasinya satu mobil sama dengan 5 motor, sementara perlantai kita mampu menampung 50 unit mo­bil. Motor itu akan dibuat satu lantai, cuma saya belum tahu di lantai bera­pa, (mungkin) ketiga. Itu kan bangu­nan empat lantai tapi levelnya bisa lima, atas kan masih bisa dipakai,” jelasnya saat ditemui usai peresmian gedung Laboratorium Kesehatan dan Halal Daerah (Labkesda) Kota Tangerang, beberapa waktu lalu.

Pembangunan gedung telah dimu­lai sejak akihr september lalu. Hadi menambahkan, gedung tersebut di­upayakan rampung akhir Nopember ini. Pihaknya, kata Hadi, memberi waktu 90 hari kerja pada kontraktor gedung untuk menyelesaikannya.

“Kita targetkan (rampung) di 27 atau 28 Desember. Sudah dimulai sekitar akhir September, jadi pro­gresnya sudah 50 persen lebih,” klaimnya.

Kas daerah sebanyak Rp 16 M di­gelontorkan untuk pembangunan gedung berstruktur baja ini. Hadi mengklaim anggaran tersebut jauh lebih murah dibanding dengan ge­dung berstruktur beton. Selain leb­ih hemat anggaran, sambungnya, waktu pengerjaan gedung ini juga diklaim lebih singkat dibanding ge­dung berstruktur beton.

“Kalau beton mah, perencanaan­nya bisa, kalau kita hitung dengan luasan segini itu, kasaran bisa Rp 40 miliar lebih. Jadi kita cari opsi yang hemat, cepat. Akhirnya ini, sebet­ulnya memang perencanaannya waktu itu mengarah ke beton yang (biayanya) terlalu tinggi, sementara anggaran gak tersedia,” tambahnya.

Meski pengerjaan singkat dan he­mat biaya, Hadi memastikan gedung tersebut sesuai dengan standar ban­gunan aturan mengenai gedung. Dia mengatakan, bangunan bersistem bongkar pasang (knock down) ini mampu bertahan hingga sepuluh tahun lebih. Terkait keamanan, Hadi mengatakan, tiap lantai gedung akan dilengkapi pagar baja atau railing setinggi 1,20 meter.

“Perhitungan kita mensyaratkan desain (gedung) itu 10 tahun, mini­mal. Tapi kayaknya ini lebih, dilihat (dari) struktur seperti ini, baja ika­tan seperti ini 10 tahun lebih. Aturan undang-undang kita kontruksi itu (minimal) 10 tahun,” ujarnya.

Kepala Sub Bagian Sekretariat Daerah Kota Tangerang, Teguh Suprianto mengatakan, pemban­gunan gedung parker merupakan upaya pemenuhan kebutuhan yang mendesak. Dia menjelaskan, saat ini terdapat banyak kendaraan pega­wai yang kerap berparkir di kawasan Puspem. (irfan/gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.