Minum Oplosan, 2 Pemuda Tewas

TELUKNAGA, SNOL—Dua pemu­da tewas seusai mengikuti pesta minuman keras bersama lima rekannya di Teluknaga. Mereka menenggak alkohol yang dioplis dengan obat masuk angin dan minuman bersoda.

Kedua pemuda yang tewas yakni Alfarizi (18) dan Koha­rudin (24). Mereka meminum minuman oplosan itu di Lapangan Bola RW Jeman Kampung Kebon Sereh RT 04/01, Desa Pangkalan, Kecamatan Telukna­ga, Kabupaten Tangerang pada Selasa (21/11) lalu.

Alfarizi meninggal dunia pada Rabu (22/11) dini hari sedang­kan Koharudin meninggal Ka­mis (23/11) pagi. Selain kedua korban, ada lima pemuda lain yang ikut menenggak minuman oplosan itu. Namun mereka se­lamat dari maut.

Kapolres Metro Tangerang, Kombes Pol Harry Kurniawan mengatakan MA yang masih ber­status pelajar di sebuah Sekolah Menengah Kejuruan di Kabu­paten Tangerang tersebut meng­gelar pesta miras di dekat kedia­mannya bersama rekan-rekannya berinisial K (24), UD (25), DV (25), DN (22), I (18), S (19).

“Mereka membuat sendiri mi­ras oplosan dengan mencampur alkohol kadar 70 persen dengan minuman bersoda, minuman kemasan, obat masuk angin dan obat batuk. Lalu, mereka meminumnya bersamaan dan mengadakan pesta di lokasi kejadian,” ujar Harry, Kamis (23/11).

Usai meminum miras oplo­san tersebut, lanjut Harry, MA langsung mengalami kejang dan muntah. Tak lama berse­lang, MA pun tak sadarkan diri hingga akhirnya nyawanya tak tertolong.

“Lalu, keenam korban lainnya juga sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun, beberapa jam berselang nyawa K tak terse­lamatkan. Sementara, korban lainnya masih menjalani per­awatan,” tuturnya.

Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan barang bukti berupa sisa muntahan para korban dan beberapa bung­kus bahan-bahan racikan mi­ras oplosan. Kasubbag Humas Polres Metro Tangerang, Kom­pol Triyani menyatakan polisi ti­dak menemukan sisa minuman di lokasi kejadian. Korban yang meninggal juga sudah dimak­amkan keluarganya.

“Untuk keluarga korban malu tidak bersedia mengaku jika meninggal karena miras, ket­erangan meninggal karena sakit perut. Korban meninggal sudah dikuburkan semua tadi pagi,” ujar Triyani.

Kapolsek Teluknga AKP Fredy Yudha mengatakan keluarga ko­rban tidak mau diautopsi karena malu. “Berdasarkan informasi dari RT Bili, paman almarhum M Alfarizi, mereka saling beradu kuat menenggak menenggak miras hasil oplosan,” kata Fredy kepada Satelit News melalui telepon, Kamis (23/11).

Ditambahkan dia, korban Alfarizi masih berstatus pelajar. Saat ini, korban duduk di bang­ku Kelas 3 SMK. Sedang korban Koharudin, merupakan pen­gangguran. (imron/gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.