Airin Ingatkan Tujuan Pembentukan Tangsel

Baju Adat Ramaikan HUT Tangsel ke-9

SERPONG, SNOL—Ada yang berbeda dari perayaan hari ulang tahun (Hut) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ke-9. Jika sebelumnya tidak ada upacara pada peringatan Hut Kota Tangsel, kali ini kegiatan itu digelar. Uniknya semua pejabat maupun tamu peserta upacara hadir dengan mengenakan pakaian adat tradisional.

Seperti terlihat di lapangan, Jumat (24/11) pukul 07.15 WIB. Para tamu berdatangan dengan mengenakan berbagai macam pakaian adat. Ada yang menggunakan adat Jawa leng­kap dengan blangkon dan sarung batik.

Ada pula yang mengenakan adat Betawi, berupa baju muslim, sarung yang dikalungkan di leher dan peci hitam. Ada pula yang menggunakan pakaian adat Tapanuli, Makasar, Bali yang digunakan para Camat dan Lu­rah.

“Upacara peringatan hari ulang tahun kota Tangerang Selatan ini adalah yang pertama kali kita lak­sanakan. Tujuan dari upacara ini adalah sebagai salah satu media bagi kita semua untuk mengingat, me­renungkan dan menghayati makna dan maksud dari pembentukan kota Tangerang Selatan,”ungkap Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany, saat apel upacara peringatan Hut Tangsel ke-9.

Pada tanggal 26 november yang akan datang, kata Airin, Kota Tangsel genap berusia 9 ta­hun. Banyak dinamika, peruba­han dan perkembangan yang terjadi dalam kurun waktu terse­but. Dia berharap dinamika, perubahan dan perkembangan menuju ke arah benar.

“Kita semua berharap, pro­gres dan pembangunan yang ada di kota Tangsel ini bergerak menuju ke kondisi yang lebih baik. Pembangunan adalah se­buah proses untuk membuat sesuatu yang belum ada men­jadi ada. Pembangunan adalah sebuah mekanisme untuk mem­buat sesuatu menjadi lebih maju. pembangunan adalah sebuah perjalanan untuk mem­buat masyarakat menjadi lebih sejahtera,”harapnya.

Satu syarat utama berhasilnya pembangunan adalah adanya kerja keras, inovasi dan keber­samaan dari semua unsur yang ada di wilayah. Proses pemban­gunan selalu akan menghadapi tantangan dan kendala. Tanpa diiringi dengan, kerja keras, ino­vasi, dan kebersamaan, proses pembangunan tidak akan berja­lan dengan optimal.

“Saya ingin mengingatkan kembali, khususnya kepada seluruh jajaran di lingkungan pemerintah kota, bahwa di ha­dapan kita masih banyak tugas dan pekerjaan yang harus segera kita selesaikan,”ungkapnya.

Asisten Daerah (Asda) III, Bidang Administrasi dan Kese­jahteraan Rakyat, Teddy Meiyadi, mengungkapkan Pemkot Tang­sel memberikan hadiah berupa sepeda kepada pakaian adat ter­baik. Pemberian hadiah ini meru­pakan kolaborasi antara pihak swasta dengan pemkot Tangsel.

“Kita memberikan hadiah kepada Camat Serpong Utara Bani Khosiatullah yang meng­gunakan pakaian adat Tapanuli, Kapolres Tangsel AKBP Fadly Widyanto menggunakan pak­aian adat betawi, Lurah Serua Indah Djedi Djunaidi menggu­nakan adat baju jawa,”jelasnya. (irm/bnn/gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.