Direndam Air Keras, 14 Murid Melepuh

Pelajaran Ilmu Kekebalan Gagal Total

PAKUHAJI, SNOL—Rencana 13 warga Sepatan Timur dan 1 warga Pakuhaji menguji ilmu kebal dengan merendam tangan di air keras berakhir menyakitkan. Tujuh orang dilari­kan ke rumah sakit sementara 7 lainnya di­rawat di rumah setelah tangan mereka me­lepuh usai mengikuti ujian tersebut.

Pelajaran ilmu kebal itu ditu­runkan sang guru bernama Didi di Kampung Rawa Kopi, Desa Gaga, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Kamis (23/11). Didi, warga Lampung, mengajar di rumah salah satu warga setempat Mansur. Setelah kejadian, Didi menghilang dan kini dalam pengejaran aparat kepolisian.

Salah satu korban Irwan Sah­roni mengaku baru dua bulan menjadi murid Didi. Sebelum tes ilmu kebal, Irwan diberi kabar oleh Mansur bahwa gu­runya akan datang ke Pakuhaji pada Rabu, 22 November 2017. Sang guru, kata Irwan, datang untuk menguji kekebalan para muridnya setelah dua bulan berguru.

Irwan menuturkan, uji coba ilmu kebal dilakukan dengan me­rendam tangan di air keras. Ujian tersebut merupakan yang kedua.

Pada ujian pertama, mereka dibacok dengan senjata tajam. Irwan dkk tak mengalami luka apapun pada ujian tahap awal sehingga mereka yakin dapat lu­lus tes kedua.

“Uji coba merendam tangan di air keras ini merupakan tahap kedua belajar ilmu kekebalan karena sebelumnya para murid dibacok senjata tajam, waktu itu tidak apa-apa,” kata Irwan kepa­da Satelit News, Minggu (26/11).

Karena yakin Didi memiliki kemampuan ilmu kekebalan, Irwan dkk siap melakukan tes merendam tangan menggunak­an air keras. Pada Kamis (23/11) atau malam Jumat mereka ber­kumpul di rumah kontrakan Mansur, sekira pukul 23.00 WIB atraksi dilakukan.

“Sebetulnya, satu jam setelah tangan saya direndam di air keras tidak apa apa namun setelah itu tangan saya panas dan gatal-gatal kemudian berwarna hitam seperti melepuh,” tuturnya.

Irwan menambahkan, melihat muridnya melepuh, Didi men­coba memberikan pertolongan menggunakan air mineral, Na­mun rasa panas dan gatal tetap dirasakan para murid. Akhirnya Mansur berinsiatif menghubun­gi anggota Polsek Pakuhaji yang langsung membawa para murid ke RS Mitra Husada.

“Setelah kejadian itu, saya tidak tahu guru saya kemana,” pungkasnya.

Ada 14 orang yang terluka dalam peristiwa tersebut. Mer­eka yakni Indra (40), Ziban (39), Irwan Sahroni (35), Muham­mad Nurjaya (27), Musim (21), Jaudi (53) dan Irwan (22). Tujuh orang tersebut masih dirawat intensif di RS Sari Husada Keca­matan Teluknaga.

Sementara tujuh orang lain­nya yakni Ari Gunawan (22), Habib Nopal (21), Dedi (39), Aput (20), Wahyu (20), Usup (19), dan Adi (22) dirawat di rumah masing-masing karena hanya mengalami luka ringan.

Kapolsek Pakuhaji AKP Suyat­no mengatakan pihaknya sudah memintai keterangan dari kor­ban juga para saksi yang melihat kejadian. Dari hasil keterangan para saksi, sesaat setelah kejadi­an, orang yang bertugas menga­jarkan ilmu kebal Debus kepada warga dimaksud berinisial DD, langsung melarikan diri.

“Sekarang pelaku itu ma­sih terus kami buru,” Suyatno menandaskan. (imron/gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.