Cipondoh Juara Umum MTQ XIX

BATUCEPER, SNOL—Kafilah Cipon­doh keluar sebagai juara umum Mu­sabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XIX tingkat Kota Tangerang. Cipondoh merebut total nilai sebanyak 79 un­tuk menjadi jawara. Mereka unggul dari Pinang di peringkat kedua den­gan nilai 70 dan Batuceper di urutan ketiga dengan nilai 54.

MTQ XIX tingkat Kota Tangerang berlangsung di Batuceper sejak 23 November hingga 27 November 2017. Tuan rumah Batuceper berha­sil meraih juara 1 lomba pawai taaruf disusul Tangerang dan Pinang pada posisi 2 dan 3.

Wakil Wali Kota Tangerang Sachru­din saat menutup MTQ mengatakan perhelatan tersebut semestinya menjadi momentum bagi masyara­kat Kota Tangerang untuk membu­mikan Alquran dalam setiap sendi kehidupan. MTQ, kata Sachrudin, harus menjadi pelecut untuk men­gamalkan nilai – nilai yang terkan­dung dari Alquran kepada sesama masyarakat.

Wakil Walikota Tangerang juga meminta kepada seluruh pengurus LPTQ untuk memberikan pembi­naan yang maksimal kepada seluruh juara. Para pemenang itu akan dibi­na untuk menghadapi MTQ tingkat Provinsi Banten.

“Gali seluruh potensi dari peserta yang dihasilkan dari MTQ ini dan beri pembinaan yang baik supaya siap untuk level yang lebih tinggi,”ujar Sa­chrudin yang didampingi Sekretaris Daerah Dadi Budaeri pada penu­tupan MTQ XIX di halaman SMPN 26, Kelurahan Poris Jaya, Batuceper, Senin (27/11) malam.

Ketua pelaksana MTQ XIX Kota Tangerang Muhtarom menjelaskan, seluruh juara akan disalurkan ke­pada LPTQ kota Tangerang untuk dibina.

“Juara 1,2 dan 3 semuanya akan langsung ikut pembinaan untuk per­siapan MTQ tingkat Provinsi Banten tahun depan,” ujar Muhtarom yang juga Asisten Ekbang Kesra Pemerin­tah Kota Tangerang.

Dalam kesempatan itu, Muhtarom mengklaim MTQ XIX berhasil ri­buan pengunjung untuk datang memeriahkan event tahunan terse­but. Setiap hari, kata Muhtarom, tak kurang dari 5.000 orang datang mengunjungi tempat pelaksanaan MTQ.

Antusiasme masyarakat tersebut secara otomatis juga berpengaruh terhadap omzet penjualan stand UKM yang ada di sekitar venue lom­ba. Pengunjung Bazar UKM, kata Muhtarom, rata-rata 2,000 pengun­jung per hari.

“Dan dari data yang kita peroleh pendapatan UKM selama lima hari pelaksanaan MTQ sebesar kurang lebih Rp 300 Juta,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Muhtarom me­nyampaikan bahwa pelaksanaan MTQ XIX ini selain sebagai ajang syiar nilai-nilai Al Qur’an juga telah berhasil memberdayakan para pelaku UKM yang telah dibina oleh Pemkot Tangerang melalui Dinas Koperasi dan UKM. MTQ dimeriah­kan 122 stand UKM binaan Pemkot dan 50 stand yang dikelola masyara­kat Poris Gaga.

“MTQ juga berimplikasi pada perputaran ekonomi dan peningka­tan pendapatan masyarakat,” klaim Muhtarom. (gto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.