Pemilik Pabrik ngotot Ingin Beroperasi

Pertemuan Satpol PP dan Pemilik Pabrik Alumunium Deadlock

TELUKNAGA, SNOL- Sosialisasi pem­bongkaran enam pabrik pembakaran alumunium di Kampung Gili Miring, Desa Tanjakan, Kecamatan Telukna­ga, Kabupaten Tangerang antara pe­milik pabrik dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tangerang, Selasa (28/11) kemarin, berlangsung deadlock. Dalam perte­muan yang digelar di Kecamatan Te­luknaga tersebut, pemilik pabrik ngo­tot ingin tetap beroperasi meski tidak memiliki surat izin dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang dan juga dikeluhkan oleh warga sekitar.

Camat Teluknaga Supriyadi men­gatakan pertemuan Satpol PP Ka­bupaten Tangerang dengan enam pemilik pabrik pembakaran alumu­nium di Kampung Gili Miring, Desa Tanjakan merupakan tindaklanjut dari Satpol PP Kabupaten Tangerang yang sudah melayangkan Surat Per­intah (SP) 2 terhadap pemilik pabrik untuk membongkar tempat usahan­ya. Surat tersebut dilayangkan kare­na selain tidak memiliki surat izin dari pemerintah, keberadaan pabrik tersebut juga dikeluhkan oleh warga.

“Kami dari Kecamatan Teluknaga hanya memfasilitasi sosialisasi antara Satpol PP Kabupaten Tangerang den­gan pemilik pabrik. Sebab, penangan­an pabrik pembakaran alumunium itu sudah ditangani oleh Sapol PP Kabu­paten,” kata Supriyadi Kepada Satelit News usai pertemuan, Selasa (28/11).

Supriyadi menuturkan, pertemuan antara Satpol PP Kabupaten Tangerang dengan pemilik pabrik tidak menemui titik temu karena pemilik pabrik ingin tetap beroperasi hingga proyek penura­ban yang dilakukan oleh Kementrian Pekerjaan Umum (KemenPU) dilaku­kan serta pemilik pabrik juga siap untuk meyelesaikan masalah dengan warga yang ada di sekitar pabrik. Semen­tara Satpol PP tetap dengan rencana semula untuk membongkar tempat us­aha pabrik pembakaran alumunium itu karena tidak mengantongi izin terlebih berdiri di di lahan milik Kemen PU.

Supriyadi menambahkan, Satpol PP akan melaporkan ke Bupati Tangerang A Zaki Iskandar hasil pertemuan den­gan pemilik pabrik tersebut, nantinya Bupati yang akan memutuskan apak­ah pabrik pembakaran alumunium di­bongkar atau ditunda. “Satpol PP tentu menunggu instruksi dari Pak Bupati waktu pembongkaran pabrik alumu­nium itu. Saya tidak bisa memastikan kapan waktu dibongkarnya,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, enam pabrik di Kampung Gili Miring, Desa Tanjakan, Kecamatan Teluknaga kem­bali beroperasi setelah dilakukan pe­nyegelan oleh Satpol PP agar mengh­entikan aktivitas. Kemudian Satpol PP Kabupaten Tangerang kembali men­girimkan SP 1 dan 2 agar pemilik pabrik membongkar tempat usaha karena ti­dak memiliki surat izin dan dikeluhkan oleh warga. (imron/hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.