Pengelola PTS Bentuk ABPPTSI

Optimalisasi Peran PTS di Banten

SERANG, SNOL—Kehadiran Perguruan Tinggi (PT) yang dikelola oleh yayasan adalah bentuk nyata dari kontribusi ma­syarakat di bidang pendidikan. Kiprah yang dilakukan masyarakat di bidang pendidikan tinggi ini bahkan telah di­lakukan sebelum negeri ini lahir. Apalagi jumlah perguruan tinggi swasta (PTS) yang dikelola masyarakat melalui berb­agai yayasan lebih banyak dan mampu menampung banyak mahasiswa.

Demikian dikemukakan Ketua Yayas­an Pendidikian Informatika (YPI) H Mulya R Rachmatoellah, dalam wawa­ncaranya di sela-sela kegiatan Silatur­rahmi Badan Penyelenggara dan Pimp­inan Perguruan Tinggi Swasta Wilayah Provinsi Banten pada Selasa (27/11) di Kampus Universitas Serang Raya.

“Dengan jumlah yang lebih banyak daripada PTN (Perguruan Tinggi Neg­eri), ini membuktikan bahwa pemerintah sangat dibantu dan secara tidak langsung mengakui bahwa negara tidak dapat memenuhi kebutuhan masyarakat terha­dap pendidikan tinggi,” ungkap Mulya.

Namun demikian, Mulya menilai, kondisi tersebut bukan berarti mem­buat PTS menjadi berabangga diri. Se­baliknya, kondisi ini menjadi tantangan bagi yayasan atau badan pengelola PTS untuk senantiasa meningkatkan kuali­tas PTS yang dikelolanya, baik dari as­pek manajerial maupun aspek sumber­daya manusia khususnya tenaga dosen.

“Tantangannya ke depan semakin berat. Untuk bisa terus berkontribusi di bidang pendidikan tinggi, PTS ha­rus terus berbenah dan meningkatkan kualitas,” ujarnya.

Atas dasar itulah, ungkap Mulya lagi, pihaknya sengaja menggelar kegiatan silaturahmi antar sesama anggota Badan Pengelola dan pimpinan Pergu­ruan Tinggi Swasta se Banten, sebagai amanat yang dimandatkan kepada dirinya oleh Ketua Umum Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABPPTSI) Thomas Suyatno. Tujuannya, selain menjalin silaturahmi juga untuk membahas ren­cana pembentukan kepengurusan AB­PPTSI Wilayah Banten.

“Dengan dibentuknya ABPPTSI wilayah Provinsi Banten nantinya di­harapkan kontribusi PTS dalam pemban­gunan bidang pendidikan di Banten akan semakin optimal,” harapnya.

Dalam acara tersebut hadir 24 orang Badan Penyelenggara dan Pimpinan Perguruan Tinggi di Banten. Tujuan dibentuknya Asosiasi BPPTSI ini an­tara lain mengakomodir permasalahan Badan Penyelenggara dan berupaya me­nyelesaikan problematika-problematika yang menghampiri PTS. Hadir dalam pertwmuan ini Prof Heruman Her­mawan, guru besar Teknik Lingkungan UI yang juga concern pendidikan tinggi di Banten, Adrian Pramudi dari Yayasan Multimedia Nusantara, Dadang Sodikin dari YP3B-STIE Banten, Dede Nuary dari STIE PPI Tangerang, Sudaryono dari UNBAJA Serang, H Apip L dari Yayasan Falatehan, H Mulya R Rachmatoellah selaku Ketua Yayasan Pendidikan Infor­matika sekaligus mantan ketua APTISI, H Hamdan selaku rektor Universitas Serang Raya, Ridwan F dari YPI, Zaini Sulaiman dari YBJB UNBAJA, Yongki Sitorus dan Suharja dari Setia Budhi, Hj Novelitasari dari Yayasan Insan Unggul, Penny Hendri Yatti dari STIKOM Insan Unggul, Irfa Kartini dan Sri Wahyuni dari AKBID BPH Serang, Nurcholis Ali Sya’ban dan Turhaerudin dari UMT, Soni Febrian dari Poltek Krakatau, Ida Farida dari STIKES YARSI, lalu H Dedi Mulyadi dari STIA Maulana Yusuf.

Acara silaturahmi ini berlangsung mulai pukul 10.30 sampai dengan pukul 14.30. Selain silaturahmi, digelar dis­kusi yang dipimpin oleh Prof Heruman. Pertemuan antara lain menghasilkan tim formatur yang terdiri dari 11 orang dan diketuai oleh Ketua Yayasan Pen­didikan Informatika H Mulya R Rach­matoellah. Dalam waktu dekat ABPTSI Banten akan mengundang  seluruh Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta beserta pimpinan Perguruan Tingginya dalam rangka pemilihan ketua wilayah, sekaligus menyeleng­garakan seminar terkait pengelolaan yayasan/ perkumpulan sosial sebagai Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi swasta. (agus/aditya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.