Warga di Bantaran Sungai Ciujung Was-was

Debit Air Mulai Meningkat, Masyarakat Diminta Waspada

RANGKASBITUNG,SNOL–Debit air Sungai Ciujung dan Ciberang di Rangkasbitung, terus meningkat, Selasa (28/11) pagi. Bahkan, di ban­taran Sungai Ciujung, di Kampung Kebon Kalapa, Kelurahan MuaraCiujung Timur, Kecamatan Rang­kasbitung, debit airnya nyaris merendam sepanjang bantaran di kam­pung tersebut.

Tidak menutup kemungkinan, bila hujan deras kembali terjadi hingga dua hari ke depan, air Sungai Ciu­jung akan meluap, serta memban­jiri Kampung Kebon Kalapa, serta kampung lain yang lokasinya beradadibantaran sungai.

Untuk itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD Lebak mengimbau kepada semua ma­syarakat, khususnya yang berada di bantaran sungai, untuk lebih waspada.

Kepala BPBD Lebak yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Lebak, Dede Jaelani mengatakan, hingga pukul 16.00 WIB Selasa (28/11), ketinggian muka air telah mencapai 345 Cm. Se­dangkan, debit airnya telah menca­pai 339 M3 per detik.

Untuk itu, agar tidak membahayakan rumah atau pemukiman war­ga, kondisi ketinggian muka air, serta debit air Ciujung saat ini harus di­waspadai. “Begitu pula dengan war­ga yang bermukim disekitar bantaranSungai Ciberang. Kami harap, tetap waspada. Karena, potensi peningkatan ketinggian muka air dan peningkatan debit air di Sungai Ciberang, akan terus terjadi, bila hujan deras tidak reda,” ungkapDede kepada wartawan, Selasa (28/11).

Disinggung, berapa ketinggian muka air Ciujung dan Ciberang bila mengakibatkan banjir, menurut Dede Jaelani, bila ketinggian muka air di dua sungai tersebut mencapai 600 Cm. Namun, bila ketinggian mukaairnya masih dibawah 600 Cm, maka luapannya tidak akan sampai kepe­mukiman penduduk.

“Saya berharap, hujan tidak terus menerus mengguyur Rangkasbitung dan sekitarnya. Sehingga, ketinggian muka air Sungai Ciujung maupun Ciberang tidak sampai 600 Cm,” ha­rap Dede.

Warga Kampung Kebon Kalapa, Romli mengaku, debit air Sungai Ciujung yang melintasi kampungnya sudah meningkat. Bahkan katanya, sejak hari Senin (27/11) sore hingga Selasa (28/11) pagi, arusnya semakinkencang, serta nyaris meluap ke pemukiman penduduk di bantaran kampungnya.

“Sekarang saja (kemari,red), Rang­kasbitung masih diguyur hujan lagi. Sehingga, bukan tidak mungkin lua­pan air Sungai Ciujung akan meluap dan membanjirii pemukiman pen­duduk,” ujar Romli.

Mengingat debit air Sungai Ciu­jung nyaris meluap ke bantaran di Kampung Kebon Kalapa, kini se­luruh warga di kampung tersebut sudah banyak yang menyiapkan ba­rangnya untuk dikemas, serta diung­sikan. Bahkan, ada beberapa rumah yang siap dikosongkan. (mulyana/mardiana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.