Kasus Penjualan Situ Sitengin Digarap Ditkrimsus

KEMERI,SNOL—Direktorat kriminal khusus ( Dirkrimsus) Polda Banten sedang melakukan penyelidikan atas dugaan kasus penjualan Situ Sitengin seluas 2.5 hektar oleh oknum kepala desa berinisial AH di Kecamatan Ke­meri. Kasus ini ditangani Dirkrimsus Polda Banten menyusul adanya lapo­ran dari warga Kemeri terkait adanya penjualan aset milik pemerintah tersebut.

Kanit II Tipikor Polda Banten Kom­pol Djafar Hamzah membenarkan adanya laporan pengaduan warga Kemeri. Menurutnya Polda Banten sedang melakukan penyelidikan atas dugaan penjualan aset negara berupa situ Sitengin di Kecamatan Kemeri.

“Kami akan melakukan pemeriksaan terhadap pihak pihak ter­kait yang dilaporkan warga, “ terang Kompol Djafar Hamzah, saat dikon­firmasi melalui ponselnya.

Sebelumnya diketahui, Situ Sitengin terletak di Rt 19/05 Desa Kele­bet Kecamatan Kemeri tersebut luas awalnya mencapai puluhan ribu hektar. Namun saat ini kondisinya semakin dangkal dan telah berubah menjadi daratan.

Keberadaan daratan yang tim­bul tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat serta oknumoknum tertentu untuk mencari kekayaan dengan menjual lahan tersebut yang sebenarnya merupakan asset pemerintah.

Bahkan kini ada lahan seluas 2,6 hektar berubah fungsi menjadi pe­ternakan ayam milik PT Jaya Farm 2, Berdasarkan informasi dari war­ga Desa Kelebet Sardi pemilik pe­ternakan tersebut membeli lahan Situ pada Desember 2009 kepada oknum kepala desa Kelebet berini­sial (AH).

Saat hal ini dikonfirmasi kepada AH beberapa waktu lalu, AH mem­bantah dirinya telah menjual lahan tersebut. Justru AH mengaku dirinya ingin menertibkan asset milik pemerintah tersebut karena hingga saat ini belum jelas status kepemi­likan lahannya.

“Justru saya ingin membereskan status kepemilikan lahan di Situ Sitengin ini. Pasalnya saat ini banyak masyarakat yang telah menguasainya,” pungkasnya. (imron/hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.