Banyak Gudang di Kosambi Salahi Aturan

KOSAMBI, SNOL- Tim Satuan Tugas (Satgas) Kecamatan Kosambi, Kabu­paten Tangerang yang dibentuk Camat Kosambi Toni Rustoni untuk melaku­kan penelusuran terhadap surat izin, penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), serta upah buruh di beberapa perusahaan yang ada di kawasan Kosambi menemukan banyak gudang yang menyalahi aturan peruntukan. Demikian disampaikan Sekretaris Ca­mat Kosambi Zam Zam Manohara ke­pada Satelit News saat ditemui di ruan­gannya, Kamis (30/11) lalu.

Mantan Kepala Bidang Operasi dan Penertiban Satpol PP Kabupaten Tangerang ini mengatakan, Satgas yang berisi dari Aparatur Sipil Negara (ASN) bagian pelayanan dan anggota Keten­traman dan Ketertiban (Trantib) Ke­camatan Kosambi ini memang diberi­kan tugas untuk mengecek surat izin, K3 dan upah buruh berdasarkan surat edaran Bupati Tangerang A Zaki Iska­dar agar pemerintah Kecamatan aktif mengawasi gudang dan industri yang ada di kecamatan.

“Hasilnya, masih banyak gudang yang ada di kawasan Kosambi yang menyalahi peruntukan surat izin,” kata Zam Zam.

Namun demikian Zam Zan enggan merinci berapa banyak gudang yang menyalahi aturan surat perizinan, ter­masuk memberikan sanksi, sebab tu­gas dan fungsi Tim Satgas Kecamatan Kosambi hanya untuk melakukan pen­dataan dan pemantauan yang kemu­dian dilaporkan ke Pemerintah Kabu­paten (Pemkab) Tangerang.

“Misalnya, kalau ada pelanggaran ter­hadap upah buruh kami akan laporkan ke dinas tenaga kerja, dan bila ada yang belum memiliki surat izin kita laporkan ke dinas penanaman modal dan pelay­anan terpadu satu pintu,” tuturnya.

Zam Zam menuturkan, berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Tangerang No 13 Tahun 2011 tentang Rancangan Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) bahwa Kecamatan Kosambi terdapat zona abu abu, artinya boleh berdiri industri, sementara ada beberapa gudang sebetulnya sudah melaku­kan produksi namun surat izin masih pergudangan.

“Bila pemilik gudang tidak mening­katkan status gudang menjadi industri tentu sangat merugikan Pendapatan Asli Darah (PAD) Kabupaten Tangerang di bidang retribusi,” ujarnya.

Menurut Zam Zam, tim Satgas Ke­camatan Kosambi akan terus melaku­kan penelusuran terhadap kawasan gudang yang belum semua tercover Tim Satgas lantaran di Kecamatan Kosambi berdiri ratusan gudang. “Minggu depan, Tim Satgas menga­gendakan sidak ke gudang distributor aksesoris milik UD Sumber Rezki yang ada di kawasan pergudangan Mutiara Kosambi yang diberitkan media cetak harian,” tuturnya.

Zam Zam menambahkan, untuk mengawasi kawasan pergudangan yang ada di Kecamatan Kosambi diharapkan peran serta warga, sebab tim Satgas Kecamatan Kosambi memiliki keterba­tasan personil. Peran serta yang dimak­sud, bila warga menemukan pelangga­ran baik surat izin, K3, dan upah buruh untuk melaporkan ke Tim Satgas Keca­matan Kosambi.

“Saya minta warga melaporkan ke Tim Satgas Kosambi bila menamukan gudang melanggar surat izin, K3 dan upah,” pungkasnya.

Ditemui terpisah, satpam di Kawasan Pergudangan 99 Jaenudin mengaku siap bekerjasama melaporkan ke Tim Satgas Kecamatan Kosambi bila dite­mukan pemilik gudang melanggar surat izin, K3, dan upah buruh agar kejadian musibah pabrik kembang api di Desa Belimbing tidak terulang. “Saya juga berharap, pihak kecamatan secara si­multan untuk mengawasi pergudangan di Kosambi. Jangan bila ada kejadian musibah baru aktif mengawasi,” sing­katnya. (imron/hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.