Sabet Penghargaan Daerah Tertib Ukur

Kota Tangerang Penuhi Kriteria

BANDUNG, SNOL—Pemerin­tah Kota Tangerang menerima penghargaan Daerah Tertib Ukur untuk kategori kota besar dari Kementrian Perdagangan Republik Indonesia. Penghar­gaan diberikan Menteri Perda­gangan Enggartiasto Lukita ke­pada Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah di Hotel El Royals Bandung, Senin (4/12).

Penghargaan Daerah Tertib Ukur tersebut merupakan pen­gakuan dari pemerintah pusat terhadap daerah yang telah memenuhi kriteria Tertib Ukur. Kriteria tersebut antara lain alat Ukur Takar Timbang dan Per­lengkapannya (UTTP) yang di­gunakan dalam transaksi perda­gangan telah bertanda tera sah yang berlaku. Selain tentunya komitmen pemerintah daerah yang menjadikan pelayanan ke­meterologian menjadi prioritas.

“Alhamdulillah, penghar­gaan ini bagian dari komitmen kita untuk terus memberikan jaminan perlindungan kepada konsumen, terutama dari sisi jaminan pengukuran,” jelas Wali Kota seusai acara pemberian penghargaan.

“Mudah-mudahan ini bisa menjadi motivasi bagi kita un­tuk mewujudkan daerah ter­tib ukur dan tertib niaga di Kota Tangerang,” imbuhnya.

Program Daerah Tertib Ukur ini, lanjut Wali Kota, selain se­bagai usaha untuk memberi­kan perlindungan kepada para konsumen sekaligus juga untuk mendorong persaingan usaha yang sehat, serta untuk men­dorong usaha Pemkot dalam mewujudkan Kota Tangerang sebagai Kota Layak Investasi.

“Karena inikan berpengaruh juga terhadap citra kota,” terang­nya.

Kepala Dinas Perindus­trian dan Perdagangan Kota Tangerang Agus Sugiyono men­erangkan bahwa diberikannya penghargaan tersebut tidak terlepas dari usaha Pemkot yang ingin menjadikan Kota Tangerang ini sebagai daerah tertib ukur.

“Ini membutuhkan proses yang cukup panjang, mulai dari tahap sosialisasi dengan para stakeholder kemudian juga ada penandatanganan komit­men bersama antara Wali Kota dengan para stakeholder untuk menjadikan Kota Tangerang se­bagai Daerah Tertib Ukur,” pa­parnya.

Kemudian menyinggung soal penilaian penghargaan Daerah Tertib Ukur, Agus menjelaskan bahwa penilaian tersebut di­lakukan oleh Tim Independen dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

“Penilaiannya selain dari sisi kebijakan juga dilakukan moni­toring ke lapangan langsung. Diantaranya Pasar Tanah Tinggi, Pasar Babakan dan SPBU di dua lokasi dan juga SPBE, serta Pasar Modern Town Market,” tukas­nya. (gto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.