Tahun Depan Ada Pengangkatan

Harapan Dari Presiden untuk Guru Honorer

BEKASI, SNOL—Para guru yang selama ini berstatuskan sebagai honorer, guru bantu atau non-CPNS masih memi­liki harapan dapat diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Hal diungkapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menghadiri puncak Hari Guru Nasional ((HGN) di Stadion Pa­triot Chandrabhaga, Kota Bekasi, ke­marin (2/12).

Puncak HGN selain dipadati30 ribu guru, juga dihadiri Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi, Mendikbud Muhadjir Effendy, dan Gubernur Jawa Barat Ah­mad Heryawan. Pada kesempatan itu, Jokowi menuturkan, negara sedang giat membangun infrastruktur. Tujuan­nya adalah pemerataan pembangunan ekonomi. Karena itu, anggarannya ha­rus dibagi-bagi antara infrastruktur dan penambahan pegawai negeri baru. Ter­masuk untuk mengisi kekurangan guru PNS di daerah.

“Guru yang sudah mengabdi lama, memenuhi kompetensi, dan kualifikasi diutamakan,” katanya, lantas disambut riuh para guru.

Jokowi menegaskan kepada jajaran­nya supaya jangan sampai menutup kesempatan bagi guru-guru tidak tetap yang sudah mengabdi lama untuk bisa menjadi PNS. Termasuk para guru hon­orer yang mengajar di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T).

Secara khusus, Jokowi memerintah Mendikbud, Menteri PAN-RB Asman Abnur, dan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana untuk membahas teknis pengangkatan CPNS guru tahun depan. Jokowi berpe­san supaya pengangkatan CPNS guru berjalan baik dan sesuai ketentuan.

“Sekali lagi, tanpa menghilangkan kesempatan bagi guru tidak tetap (atau guru honorer, Red),” tuturnya.

Jokowi juga menjawab aduan ketua umum PGRI soal pencairan tunjan­gan profesi guru (TPG) dan beban urusan administrasi yang dialami guru. Dia mengakui bahwa tugas guru adalah mendidik siswa sebaik-bai­knya sehingga harus lebih banyak waktu mendampingi anak-anak. Un­tuk urusan administrasi terkait kenai­kan pangkat, pencairan TPG, inpass­ing, dan sertifikasi, dia berharap bisa disederhanakan.

“Jangan diruwet-ruwet, dimbulet-mbulet. Harus disederhanakan,” kat­anya.

Kemudian, soal pencairan TPG, Jokowi mengatakan akan mengawal langsung. Dia berjanji melihat langsung perkembangan pencairannya. Untuk itu, dia berharap koordinasi pemerintah pusat dan daerah untuk pencairan TPG bisa dibangun dengan baik. Jokowi tidak ingin mendengar keluhan guru bahwa pencairan TPG molor atau terlambat.

Unifah berharap pernyataan Jokowi yang membuka kesempatan untuk guru honorer menjadi CPNS tahun depan benar-benar terwujud. (wan/c10/oki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.