Sentra Indusri Kecil Segera Dibangun

CILEGON, SNOL – Kawasan Indus­tri Kecil Terpadu (KIKT) yang digagas oleh Disperindag Kota Cilegon akan segera dibangun. Keberadaan KIKT ini diklaim akan mampu mengakomodir semua kebutuhan industri di Kota Cilegon.

Kepala Disoerindag Kota Ci­legon, TB Dikrie Maulaward­hana mengatakan, konsep yang akan diterapkan oleh Disper­indag pada KIKT yakni, akan mampu menciptakan suatu lapangan pekerjaan baru kepa­da masyarakat yang hingga saat ini belum memiliki pekerjaan di suatu perusahaan maupun industri di Kota Cilegon. Selain itu, dengan kawasan industri terpadu ini mampu terintegrasi dengan para pelaku industri.

“Jadi nanti konsep yang akan kita (Disdagperin) kita lakukan ini sudah digagas sejak dia tahun lalu terakhir. Karena, ada beber­apa hal yang harus dilakukannya, jadi baru teralisasi pada tahun depan,” kata Dikrie, kemarin.

Ia menambahkan, dengan adanya KIKT di Kota Cilegon, di­harapkan semua pelaku UMKM yang aktif di Kota Cilegon akan memenuhi kebutuhan industri. Selain itu, para industri tidak perlu lagi mencari para pelaku UMKM dalam menyediakan ke­butuhan tersebut.

“Nanti para pelaku usaha ini akan dikumpulkan di sebuah ka­wasan. Mereka akan membuat produk konveksi yang menun­jang kebutuhan-kebutuhan in­dustri. Misalnya sarung tangan, seragam, majun atau bahan kain perca untuk pembersih, serta alat-alat kelengkapan kerja lain,” urainya.

Dikrie memaparkan, un­tuk mengakomodir kebutuhan maupun lokasi untuk program tersebut, Pemkot Cilegon te­lah melirik satu lokasi milik PT Krakatau Industrial Estate Cile­gon (KIEC) dalam menyediakan lahan untuk mengakomodir se­mua kebutuhan program KIKT yang digagas oleh Disdagperin.

“Jadi nanti kita akan minta pihak PT KS untuk mengkomodir program yang akan dilakukan oleh Pemkot Cilegon terhadap program yang akan kita lakukan ini. Sebab, jika pada Pasal 34 PP nomor 142 tahun 2015 tentang Kawasan Industri, ada kewa­jiban setiap perusahaan menye­diakan lahan seluas 2,5 persen dari total lahan kawasan industri yang dimiliki. Maka itu saya ten­gah lobi KIEC agar menyediakan lahan untuk kawasan industri terpadu,” ungkapnya.

Hingga kini pihak PT KS tidak menolak, bahkan mendukung rencana yang akan dilakukan oleh Pemkot Cilegon dalam mengakomodir semua keingi­nan untuk memenuhi kebu­tuhan para industri tersebut. “Pada prinsipnya sih mereka (PT KS) merespons keinginan kita. Tapi, untuk titiknya send­iri sampai saat ini belum ada kepastian yang jelas dari pihak mereka. karena kawasan indus­tri yang kami butuhkan berupa hamparan,” jelasnya.

Saat ini ada sebanyak 20 pelaku usaha yang sudah dilatih oleh Disperindag Kota Cilegon. Salah satu pelatihan yang di­lakukan yakni, latihan mesin kepada pelaku usaha tersebut. “Ada 20 pelaku UKM yang telah kami latih, mesin juga sudah kami siapkan. Tinggal lahan saja,” tukasnya.

Sementara, Manager Humas PT KIEC, Bunyamin belum bisa dikonfirmasi terkait dengan pe­nyediaan lahan untuk Program KIKT yang digagas Disperindag. “Saat ini saya sedang ada acara di Padang, mohon maaf,” kata Bu­nyamin singkat, saat dihubungi BANPOS melalui sambungan seluler.(eua/eky/bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.