Siti Tewas Bersimbah Darah

Diduga Dihabisi Pacarnya

SETU,SNOL— Siti Nurhayati (22) ditemukan tewas berlumuran darah di rumahnya, Peruma­han Amapura Blok F2 No 18 RT 02/05 Kelurahan Kademangan Kecamatan Setu, Minggu (3/12) malam. Sejumlah barang ber­harga milik korban juga turut raib. Korban yang bekerja seba­gai pegawai di kantor Notaris itu diduga dihabisi oleh pacarnya.

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Alexander menjelas­kan, peristiwa ini merupakan ka­sus pembunuhan dan pencurian dengan kekerasan. Sebab, sepeda motor Yamaha Mio B 4148 NBB dan handphone Asus milik kor­ban, raib digondol pelaku.

Kejadian bermula saat pacar korban Ridwan, bersama satu orang temannya datang dengan berjalan kaki ke rumah korban sekitar pukul 19.00 Wib. Kemudi­an sekitar pukul 21.30 Wib, adik korban Nurleha (14) yang se­dang berada di dalam kamarnya tiba-tiba mendengar suara teriakan kakaknya itu. Nurleha pun keluar kamar dan berusa­ha menemui kakaknya namun upayanya dihalang-halangi oleh Ridwan sambil mengatakan bahwa kakaknya sedang pergi ke pos jaga yang berada di pintu masuk kompleks.

“Saya dengar jeritan, terus saya tanyakan kakak saya ke dia (Ridwan), terus dia bilang kakak kamu keluar, ke pos,” tutur Nurleha, Senin (4/12).

Mendengar penjelasan Rid­wan, Nurleha pun pergi ke Pos Sekuriti yang berjarak sekira 100 meter. Namun baru beberapa langkah, dia curiga sehingga kembali ke rumahnya. “Begitu balik lagi sampai rumah, dia (Ridwan) pergi naik motor kakak saya. Terus saya lihat ke dalam, kakak saya sudah meninggal, banyak darah,” tuturnya.

Melihat sang kakak terkapar berlumuran darah, Nurleha berteriak minta tolong warga sekitar. Kejadian ini kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian. Polisi yang tiba di lokasi kemu­dian memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari penyelidikan, korban tewas akibat banyaknya luka sayatan senjata tajam di bagian perut, pergelangan tangan dan leher. Motor dan handphone miliknya ikut dibawa lari oleh pelaku. “Posisi korban saat di­lakukan olah TKP kondisi meninggal dunia dalam keadaan telentang di ruang kerja. Kondisi tangan sebelah kanan luka bekas sayatan, leher ada luka gores dan di perut luka gores,” bebernya.

Belum diketahui soal motif pelaku melakukan perbuatan sadisnya. Polisi masih menye­lidiki kasus tersebut dengan me­minta keterangan saksi di lokasi kejadian. Termasuk adik korban. “8 saksi sudah diperiksa. Saksi merupakan tetangga dan sau­dara korban,” lanjut Alexander.

Beberapa barang bukti yang diamankan di TKP, antara lain satu bilah pisau bergagang plas­tik warna kuning, satu gelas be­kas minum, serta sebuah topi warna hitam yang diduga milik pelaku. Sementara jasad korban dibawa ke RSUD Tangerang un­tuk dilakukan visum.

Menurut salah satu sekurity komplek tersebut Masud (60), Pe­rumahan Amarapura sebenarnya memiliki sistem keamanan cu­kup ketat. Hanya ada satu akses kendaraan keluar-masuk yang berada di pos jaga bagian depan. Meski begitu, ada jalan setapak kecil di bagi belakang yang men­ghubungkan dengan permuki­man lain di luar kompleks. Ada 3 petugas yang jaga. Masing-masing di pos depan satu orang, dua lainnya keliling kompleks..

Kapolsek Cisauk AKP Samosir mengungkapkan, pihaknya telah mengantongi identitas terduga pelaku pembunuhan terhadap Siti Nurhayati. Timnya sedang bergerak melakukan pengejaran terhadap pelaku. (jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.