Warga Sukaasih Curhat Ke Zaki

Lahan TPU Warga Dipagar Oleh Pihak Yang Mengaku Ahli Waris

PASARKEMIS, SNOL—Nuryadi (32), salah seorang warga Desa Sukaasih, Kecamatan Pasarkemis, Kabupaten Tangerang mengirim pesan singkat Curahan Hati (Curhat) melalui What­sapp dan Facebook ke Bupati Tangerang A Zaki Iskandar. Dalam pesannya tersebut Nuryadi menyampaikan keg­elisahan warga Sukaasih atas persoa­lan tanah wakaf di Kampung Pasir Awi yang selama ini dijadikan Tempat Pe­makaman Umum (TPU) oleh warga, yang kini diakui oleh seseorang yang mengaku sebagai ahli waris. Nuryadi meminta Bupati Tangerang A Zaki Is­kandar untuk turun tangan memediasi warga Desa Sukaasih dengan seseorang yang mengaku ahli waris tanah makam tersebut.

“Pak bupati kami warga Desa Su­kaasih, Kecamatan Pasarkemis mo­hon bantuan dan perlindungan. Kami warga harus berbuat apa ketika tanah wakaf untuk makam warga yang kami pertahankan telah di pagar seseorang yang mengaku pihak ahli waris. Pada­hal, mereka tidak bisa membuktikan keabsahaannya surat tanah kepemi­likan. Masalah ini, kami sudah adukan ke Kepala Desa Sukaasih dan Camat Pasarkemis tentang pemagaran ini na­mun pak camat dan pak kades tidak ada ke lokasi. Saya atas nama warga mohon ke Bupati bantuan bapak bupati karena kami warga tidak tahu masalah hukum,” ujar Nuryadi dalam pesannya.

Menurut Nuryadi, persoalan tanah wakaf di Kampung Pasir Awi, Desa Su­kaasih yang diakui oleh sesorang seb­agai ahli waris sudah lama terjadi tetapi kembali redup setelah musyawarah warga Desa Sukaasih dan sesorang yang mengaku ahli waris digelar sekira dua tahun lalu. waktu itu, warga meminta orang tersebut untuk membuktikan kepemilikan tanah wakaf yang sekarang sudah digunakan pemakaman warga.

“Orang itu tidak bisa membuktikan. Akhirnya sudah hampir dua tahun redup tetapi saat ini orang itu langsung memagar lahan makam,” kata nuryadi kepada Satelit News saat ditemui di area makam Kampung Pasir Awi, Senin (4/12).

Nuryadi menambahkan, pesan sing­kat Curhan ke Bupati Tangerang A Zaki Iskandar melalui Whatsaap dan Face­book sudah dibalas oleh Bupati yang isinya agar warga DesaSukaasih men­girim surat resmi serta melampirkan bukti dan foto dukomentasi. “Alham­dulillah, Pak Bupati sudah balas pesan saya yang suruh saya kirim surat resmi,” kata Nuryadi sambil melihatkan pesan dari Zaki.

Senada disampaikan, Hasan warga Desa Sukaasih lainnya mengatakan, la­han sekira 1 hektare di Kampung Pasir Awi yang saat ini sudah digunakan pe­makaman warga harus memiliki kejala­san apakah itu tanah wakaf untuk pe­makaman warga atau milik seseorang yang saat ini memagar area tanah pemkaaman itu. “Saya harap, pemer­intah harus hadir untuk memperjelas status tanah itu melalui musyawarah,” ujarnya.

Hasan mengaku dari dulu tanah tersebut sudah digunakan untuk pe­makaman warga berdasarkan informasi tanah tersebut merupakan tanah wakaf salah seorang warga Desa Sukaasih. “Sejak saya kecil tanah itu sudah men­jadi tanah makam warga. Saya tidak tahu siapa yang mewakafkan tanah itu,” pungkasnya.

Camat Pasarkemis Nawawi belum bisa dikonfirmasi sampai berita ini diturunkan. Saat didatangi ke kantor Kecamatan Pasarkemis tidak ada di kantor. Begitupun dihubungi melalui telepon dalam kondisi tidak aktif. (im­ron/hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.