Dilarang Berserikat, Buruh Gelar Aksi

TANGERANG, SNOL—Ratusan anggota Serikat Pekerja Nasional (SPN) DPC Kota Tangerang berdemonstrasi di depan PT Diamas Star, Jatiuwung, Selasa (5/12). Mereka berunjukrasa menolak perlakuan perusahaan tersebut dalam merespon pemben­tukan serikat buruh.

Wakil ketua DPC Bidang Organ­isasi dan Pendidikan (odik) SPN, Mansyur menuturkan, sejumlah pengurus SPN di pabrik tersebut di­intimidasi manajerial. Dia menye­but, perusahaan produsen barang pecah-belah itu mengancam mem-PHK enam pengurus SPN dengan dalih habis masa kontrak kerja.

“Lucunya, ketika kita mediasi di disnaker ternyata ada salah seorang wakil perusahaan mengatakan, kon­trak mereka sudah habis sejak bulan Juni, tapi mereka dinonaktifkan pe­rusahaan sejak bulan desember. Dari September sampai dengan hari ini mereka tidak boleh masuk ke peker­jaannya,” katanya.

Pembentukan SPN di perusahan tersebut, diungkapkan Mansyur, pada Agustus lalu. Pascapemben­tukan serikat, sambungnya, lebih dari 45 anggota serikat diperlakukan berbeda dengan karyawan lainnya. Dia mengatakan, perlakuan berupa pemindahan bagian kerja dialami pihaknya. Perlakuan tersebut, dinilai Mansyur, hanya akal-akalan perusa­han untuk menghindari kewajiban pengangkatan karyawan tetap.

“Intimidasi terhadap mereka adalah ada beberapa anggota juga yang memang dipindah-pindahkan setelah menjadi anggota serikat nasi­onal, itu termasuk bagian intimidasi menurut kami,” jelasnya.

Berbagai upaya, sebelumnya, telah ditempuh SPN untuk menyelsaikan persoalan tersebut. Mansyur men­gatakn, pihaknya telah melaporkan hal tersebut ke pengawas beberapa bulan lalu. Sejumlah anjuran, sam­bungnya, telah dikeluarkan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) dalam mediasai tersebut.

“Kami, sudah mediasi ke disnaker, sudah dianjurkan agar perusahaan memperkerjakan kembali pengurus SPN PT Dian Masta. sudah keluar rekomendasi bulan oktober. Kema­rin sudah ada pernyataan dari pen­gawas, sebelumnya kita juga sudah laporkan ke pengawas, dan mereka pernah datang ke sini, tapi ditolak, itu beberpa bulan lalu berbarengan kita mediasi di dinas (Ketenagaker­jaan),” paparnya.

Mansur juga menuntut perusahaan tidak lagi mengintimidasi pekerja yang tergabung dalam serikat. Dia menegaskan, berserikat merupakan hak dasar pekerja yang harus didu­kung perusahaan. Perusahaan yang menghalang-halangi hak tersebut, sambungnya, harus ditindak tegas.

Aksi demo berjalan damai hingga sore hari. Demonstrasi ratusan bu­ruh itu dikawal oraganisasi kem­syarakatan (ormas). Mansyur meya­kini keikutsertaan ormas tersebut atas dasar permintaan perusahaan.

“Ini juga aneh, ormas yang gak ada sama sekali hubungan industrialnya ikut campur,” keluhnya.

Sementara itu, pihak manajemen pabrik tersebut tidak ada yang mener­ima dialog dengan massa aksi. Tidak ada keterangan yang dikatakan pihak pabrik terkait sejumlah pernyataan buruh tersebut. (irfan/gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.