Hina Presiden, Warga Pamulang Ditangkap

PAMULANG, SNOL Postinganmu, harimaumu! Garagara memposting foto yang dianggap menghina Presiden Jokowi di Facebooknya, Cahyo Gumilar (40), warga Pamulang Kota Tangerang Selatan dibekuk Bareskrim Polri.

Cahyo dituding telah mengedit foto Jokowi yang sedang berlutut dan dipegang oleh eksekutor terkenal keji Jihadi John dari ISIS. Jihadi John merupakan pelaku sejumlah peristiwa berdarah karena melakukan pemenggalan terha-dap tawanannya.

Wakabareskrim Irjen Antam Novambar membenarkan penangkapan ini. Menurut dia, selain menghina Presiden Jokowi, pelaku juga sering memposting  konten berbau SARA dan menghina lambang negara. “Benar, kami telah menangkap pemilik akun atas nama Cahyo Gumilar,” ucap Antam ketika dihubungi, Selasa (5/12).

Bareskrim Polri menangkap Cahyo Gumilar di Jalan Benda XI, Blok C 21, Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan pada Minggu 03 Desember 2017. Dari pemeriksaan, pelaku telah mengakui seluruh perbuatannya dan sengaja mem-posting kon ten-konten ujaran kebencian di akun media sosialnya.

Adapun motif pelaku dalam aksinya karena dia merasa terpanggil jiwanya, dengan alasan hukum pada saat ini berat sebelah serta telah melakukan kriminalisasi terhadap para ulama. “Pelaku bermotivasi melakukan kegiatan tersebut sebagai panggilan jiwanya,” sambung Antam.

Selain melakukan penangkapan, polisi juga melakukan penggeledahan di kediaman pelaku. Dalam kegiatan itu aparat mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain, satu telepon genggam, satu laptop, satu buah hard disk, satu kamera digital, satu buah pedang, satu bendera Tauhid, satu buah bendera Palestina, tiga buah bendera organisasi massa, satu buah rompi hitam bergambar bendera Palestina, dan KTP.

Pelaku dijerat pasal 45A ayat (2) Jo 28 ayat (2) dan atau pasal 45B juncto Pasal 29 UU Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi Elektronik dan Transaksi Elektronik dan/atau 207 KUHPidana.

“Selanjutnya akan dilakukan berita acara pemeriksaan secara mendalam serta koordinasi dengan saksi ahli untuk dapat atau tidaknya pelaku dilakukan penahanan,” tuturnya. (jpg/jarkasih/gatot/satelitnews)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.