Reaktivasi Rel KA Rangkasbitung – Labuan Belum Final

Masih Berkutat pada Rancangan Dasar

PANDEGLANG,SNOL–Sampai saat ini, rencana reaktivasi Rel Kereta Api (KA) Rangkasbitung (Kabupaten Lebak) – Labuan (Kabupaten Pandeglang), be­lum final. Karena, prosesnya masih ber­kutat pada tahapan rancangan dasar. Bahkan, saat ini malah menambah project satu lagi yakni, reaktivasi jalur Rangkasbitung (Kabupaten Lebak) – Saketi (Kabupaten Pandeglang) – Bayah (Lebak Selatan).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pandeglang, Kurnia Satriawan mem­benarkan hal tersebut. “Reaktivasi rel kereta api ada dua project. Pertama, reaktivasi rel kereta jalur Rangkasbitung – Saketi – Labuan, kedua, reaktivasi rel Rangkasbitung – Labuan. Untuk reak­tivasi Rangkasbitung – Saketi – Bayah itu, harapannya tahun 2019 sudah bisa beroperasi. Sehingga, pembangunannya mesti bisa dilaksanakan di tahun 2018,” kata Kurnia, Selasa (5/12).

Namun kata dia, pada pelaksanaanya tidak mudah. Karena, saat melakukan reaktivasi pasti banyak hal yang harus di­persiapkan, seperti pelebaran jalur dan lainnya. Saat ini ungkap Kurnia lagi, Pemk­ab Pandeglang sedang membuat Detail Enginering Desain (DED) untuk memper­siapkan reaktivasi rel kereta dan diharap­kan tahun 2019 sudah bisa beroperasi.

“Hasil rapat dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), pihak kon­sultan sudah menunjukkan data-data rancangan dasar reaktivasi. Dalam rapat tersebut, konsultan juga meminta masukan Kabupaten/Kota yang akan dilintasi,” tambahnya.

Rencananya menurut dia, konsultan juga akan membangun Transit Oriente Development (TOD), yang artinya akan ada stasiun di tengah perumahan atau pusat perbelanjaan di tiga titik seperti, di Saketi, Bayah dan Malingping.

“Nah, waktu diskusi dengan pihak konsultan, ada hal-hal krusial. Karena, rancangan dasarnya itu pasti melewati jalan TOL. Nanti, rel kereta apinya bisa di bawah jalan TOL, itu salah satu poin yang didiskusikan. Jadi, dalam rancan­gan dasar nanti akan dibangun TOD pertama di Saketi, Bayah dan Maling­ping,” terangnya.

Soal sosialisasi kepada masyarakat menurut Kurnia, akan dilakukan setelah rancangan dasar rampung. Selain Pemk­ab Pandeglang, Pemprov Banten juga akan langsung memberikan sosialisasi ke masyarakat. “Nanti setelah rancangan dasar selesai, Pemerintah Daerah dan Pemerintah Provinsi akan mensosialisa­sikannya ke masyarakat,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua Komisi III DPRD Pan­deglang, Iing Andri Supriadi mengaku, sangat mendukung jalur kereta api di Kabupaten Pandeglang diaktifkan kem­bali. Karena menurutnya, hal itu bakal mendorong peningkatan perekonomian masyarakat.

“Akses transportasi, salah satu pen­dukung peningkatan perekonomian warga. Karena dengan begitu, ke de­pannya Pandeglang akan menjadi dae­rah yang berkembang. Maka dari itu, Pemkab Pandeglang harus segera me­nyelesaikan tahapannya dengan cepat. Jangan menunda-nunda, yang akhirnya akan berdampak tersendatnya rencana tersebut,” imbuhnya. (nipal/mardiana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.