Soal Telat, 200 Sekolah di Pandeglang Tunda UAS

PANDEGLANG, SNOL Ribuan siswa dari 200 sekolah di 15 kecamatan yang ada di Kabupaten Pandeglang tak dapat melaksanakan ujian akhir semester (UAS), Selasa (5/12). Mereka harus menunda ujian karena lembar soal tidak sampai di sekolah pada hari pelaksanaan UAS.

Penundaan UAS terjadi di ratusan sekolah yang tersebar di Kecamatan Cadasari, Karangtanjung, Koroncong, Pandeglang, Majasari, Kaduhejo, Banjar, Mekarjaya, Cimanuk, Cipeucang, Mandalawangi, Pulosari, Jiput, Labuan dan Carita.

Koordinator Pengawas Kabupaten Pandeglang, Supiyani membeberkan, penundaan UAS dilakukan karena keterlambatan pengiriman lembar soal dan jawaban dari percetakan di Jakarta. Penundaan akan dilakukan selama dua hari hingga hari ini Rabu (6/12).

Dalam mencetak lembar soal UAS kali ini, kata Supiyani, Dindikbud Pandeglang membaginya kepada dua perusahaan. Satu perusahaan berasal dari Pandeglang dan satu percetakan lagi dari Jakarta. Percetakan dari Pandeglang berhasil mengirimkan lembar soal UAS tepat waktu sementara yang dari Jakarta gagal melakukannya.

“Tetapi yang dari Pandeglang lancar, tapi itu untuk wilayah selatan,” terangnya saat ditemui di Kantor Dindikbud Pandeglang, Selasa (5/12).

Supiyani menjelaskan, pembagian dua percetakan itu lantaran Dindikbud dihadapi oleh waktu yang terbatas. Dindikbud, imbuh Supiyani, awalnya menunjuk salah satu perusahaan di Serang untuk mencetak lembar soal UAS. Tapi, perusahaan itu membatalkan perjanjian kerja secara sepihak.

“Ketika ada Bimtek pembuatan naskah soal di Carita, percetakan yang sebelumnya dari Serang menyanggupi ternyata mengun-durkan diri sehingga kami harus mencari percetakan lain yang sanggup mengerjakan di sisa waktu yang mepet,” katanya.

Tak hanya itu lanjut Supiyani, pihaknya pun sempat mengeluhkan kualitas cetak perusahaan dari Jakarta. Sehingga penundaan distribusi di hari kedua sekaligus digunakan untuk memastikan hasil kualitas percetakan. “Jadi dua hari penundaan ini, silakan dilakukan pemantapan UAS di sekolah masing-masing” tandasnya.

Sementara itu, salah seorang guru di SDN 3 Pandeglang yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa atas penundaan UAS itu. Apalagi informasi penundaan baru diterima kalangan guru pada Selasa pagi.

“Jelas membuat kecewa. Tidak hanya para guru, siswa dan para orang tua juga banyak yang menyampaikan rasa kekecewaannya itu. Apalagi kan sebelumnya sudah persiapan,” keluhnya.

Ia menuturkan, andai saja informasi itu diterima sehari sebelumnya, para guru akan mempersiapkan proses belajar mengajar pengganti UAS. Sedangkan saat ini, siswa banyak yang tidak membawa buku pelajaran. “Sehingga hari ini dan mungkin besok, kami akan pemadatan materi saja dan latihan soal-soal UAS,” jelasnya.

Penundaan UAS tersebut membuat marah Wakil Bupati Pandeglang Tanto Warsono Arban. Sekitar pukul 12.05 Wib, Tanto mengunjungi salah satu sekolah yakni SDN Saruni II di Kelurahan Saruni, Kecamatan Majasari. Dia langsung mempertanyakan ke-benarannya kepada kepala sekolah (Kepsek) SDN Saruni II.

Tanto pun terkejut ketika mengetahui para pelajar tak dapat melakukan UAS karena ketiadaan lembar soal dan jawaban. Menu-rutnya, pelaksanaan UAS semestinya ditangani koordinator pengawas (Korwas) dan Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (K2PS).

“Seharusnya, UAS itu menjadi tanggungjawab Korwas dan K2PS karena prosesnya itu panjang mulai dari perencanaan sampai mencetak soal. Tentu saja waktunya tidak terlalu rumit dan mepet. Makanya, saya kaget dan langsung memastikan kebenarannya ke sekolah ini (SDN Saruni II),” ungkap Tanto disela-sela mengujungi SDN Saruni II, Selasa (5/12).

Akan berlangsungnya selama dua hari para siswa tidak bisa mengerjakan soal UAS menurut Tanto, merupakan preseden yang sangat buruk dan sangat memalukan bagi dunia pendidikan di Kabupaten Pandeglang. Maka dari itu ia menegaskan, akan langsung memanggil semua pihak terkait.

“Setelah ditelusuri kesalahan ini bukan di Dindikbud, akan tetapi ada di percetakan yang mencetak soal tersebut. Saya sangat menyayangkan sekali dan hari ini juga saya akan panggil semua pihak baik itu perusahaan percetakan, Korwas, K2PS dan Kadindikbud Pandeglang. Mudah-mudahan, setelah dipanggil ini terhentinya UAS tidak akan berlangsung sampai dua hari,” tegasnya.

Kepala SDN Saruni II, Kecamatan Majasari, Susilawati membenarkan akibat tidak ada lembar soal. Sekitar 387 siswanya batal mengikuti UAS pada hari kedua. Kata dia, insiden batalnya UAS itu baru pertama kali dialami para siswanya.

“Baru kali ini terjadi, mungkin ini ada keterlambatan dari percetakan itu yah. Kalau dari Korwas soal itu sudah selesai dibuat, kan yang membuat soal itu seluruh guru juga terlibat,” katanya.

Kalau persoalan perusahaan percetakan dari mana yang melaksanakan cetak soal tersebut kata dia, pihak sekolah tidak tahu menahu karena Korwaslah yang bertanggungjawab menanganinya. “Biasanya sekolah itu sudah dikirim soal, tinggal diambil dari UPT Pendidikan dan langsung melaksanakan ujian),” pungkasnya.

Kadindikbud Pandeglang Olis Solihin menjelaskan naskah soal UAS untuk SD se Kabupaten Pandeglang itu dibuat oleh dua per-cetakan. Keterlambatan mencetak naskah soal itu, berasal dari percetakan yang berada di Jakarta.

“Keterlambatan hari ini menurut laporan dari Korwas itu hanya untuk wilayah I yakni Pandeglang-Labuan saja, karena soalnya di-cetak dari Jakarta. Jadi kalau di wilayah II atau Pandeglang selatan berjalan karena dicetaknya oleh Krakatau. Yang hari ini batal dan langsung diantisipasi oleh kegiatan kesenian, nanti akan normalnya kembali itu pada hari Kamis,” ungkapnya.

Kalau anggaran untuk mencetak naskah soal UAS itu kata dia, dananya dari anggaran Bantuan Oprasional Sekolah (BOS) mas-ing-masing sekolah. Dindikbud tidak terlibat dalam penunjukan perusahaan yang mencetak naskah soal.

“Sanksi nanti akan kami berikan, paling juga melalui Korwas kami akan berikan sanksi teguran. Bahkan sudah kami panggil ketua Korwasnya Supiyani, dan dia hadir langsung ke Dindikbud,” imbuhnya. (nipal/bnn/gatot/satelitnews)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.