Wapres: Riset Jangan Hanya sebagai Syarat Naik Pangkat

MALANG, SNOL—Wakil Presiden Repub­lik Indonesia Jusuf Kalla mengatakan hasil-hasil riset dan inovasi yang baik harus sampai pada proses hilirisasi atau implementasi dan menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat, serta memiliki dampak luas.

Ini disampaikannya saat memberi­kan Seminar Nasional dengan tema Hilirisasi Teknologi dan Start-Up Bisnis yang diselenggarakan di Universitas Brawijaya, Malang, Jatim.

“Hasil-hasil riset jangan hanya se­bagai lampiran penelitian untuk naik pangkat, tetapi harus diimplementa­sikan menjadi barang yang berman­faat secara nyata,” ujar JK, sapaan karibnya.

Dalam paparannya, Wapres JK juga menyampaikan fungsi dari pergu­ruan tinggi tidak lepas dari kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), perguruan tinggi sebagai pe­nyelenggara pendidikan tinggi harus mengikuti perkembangan kemajuan teknologi yang saat ini berkembang pesat.

“Seluruh kemajuan teknologi saat ini harus menjadikan acuan bagi kita untuk lebih berinovatif dalam men­ciptakan segala hal. Bila tidak bisa mengikuti perubahan itu, maka kita akan tertinggal dan hanya menjadi konsumen dari negara-negara maju,” imbuh JK.

JK juga mendorong perguruan tinggi berkolaborasi dengan dunia usaha dan anak-anak muda yaitu mahasiswa dalam mengembangkan hasil-hasil penelitiannya.

Dia meyakini, suasana kampus ju­gaakan memberikan perubahan kepada diri seseorang untuk lebih berinovatif dan berkembang dalam menciptakan sesuatu.

“Penelitian tidak akan ada tanpa adanya pendidikan. Penelitian tidak boleh berhenti di pameran penelitian saja, karena kalau hanya berhenti di pa­meran tidak akan mempunyai dampak yang luas. Mahasiswa dalam melaku­kan penelitan juga harus melihat ke­pada dunia nyata,” ucapnya.

Dia menambahkan, mahasiswa yang sedang melakukan inovasi dengan se­rangkaian penelitian harus diiringi studi banding. Sebab, studi banding menjadi pengalaman untuk mengem­bangkan lebih luas hasil penelitian tersebut.

“Studi banding harus dilakukan lebih luas lagi, karena apa yang akan dibuat dan bagaimana penemuan itu nantinya dapat diimplementasikan, bagaimana bisa dijual, karena yang terpenting kan bagaimana hasil penelitian itu bisa di­jual,” tambahnya. (esy/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.