Bayi Terbungkus Daun Pisang Ditemukan Warga

Kini Dirawat di Puskesmas Warunggunung

WARUNGGUNUNG,SNOL–Warga Kam­pung Cemplang RT/RW 06/02, Desa Cempaka, Kecamatan Warunggu­nung, Kabupaten Lebak, dihebohkan dengan temuan sesosok bayi berjenis kelamin laki-laki, yang masih terbalut ari-ari dan terbungkus daun pisang kering, di kebun milik warga setem­pat sekitar pukul 05.30 WIB, Senin (11/12). Saat ditemukan, bayi itu dalam kondisi hidup. Kemudian, bayi malang tersebut dibawa ke Pusat Ke­sehatan Masyarakat (Puskesmas) se­tempat oleh warga, guna mendapat­kan perawatan tim medis.

Informasi yang dihimpun, bayi laki-laki itu pertama kali ditemukan oleh Lilis (40), warga Kampung Cemplang, Desa Cempaka, saat ia hendak pergi ke sawah. Entah kenapa, perasaannya ingin sekali melintasi semak-semak tersebut.

Saat ditemukan oleh Lilis, bayi laki-laki itu masih terbalut ari-ari dan ter­bungkus daun pisang kering, seperti tumpukan sampah di kebun milik Ah­mad. Diduga, bayi yang ditemukan itu hasil hubungan gelap. Karena kaget dan takut, saat menemukan bayi Lilis-pun langsung berteriak, minta tolong.

Mendengar teriakan itu, warga yang mendengar langsung berhamburan keluar rumah dan mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Warga secara bersama-sama langsung me bawa bayi tersebut ke rumah Rukun Tetangga (RT) setempat, dan melaporkannya ke Pol­sek Warunggunung.

Kata Lilis, bayi itu masih hidup dan sudah dibawa ke Puskesmas Warunggu­nung, guna mendapatkan perawatan tim medis. “Diperkirakan bayi malang tersebut belum lama dibuang sama orangtuanya. Karena, bayi tersebut ma­sih dalam kondisi hidup,” kata Lilis, saat ditemui di Puskesmas Warunggunung.

Sementara, Kapolsek Warunggu­nung, Komisari Polisi (Kompol) Dzul­fakar membenarkan temuan bayi ber­jenis kelamin laki-laki tersebut. “Ya benar. Bayi itu saat ini dalam penanga­nan tim medis Puskesmas Warunggu­nung. Karena kasihan, kedinginan. Tapi kondisinya sekarang sudah sehat,” ujar Dzulfakar.

Ditambahkannya, anggota masih mengumpulkan keterangan sejumlah saksi terkait penemuan bayi yang ma­sih hidup tersebut, untuk memastikan siapa orangtua yang tega membuang bayi tak berdosa tersebut. “Saat ini ma­sih kita lakukan pengembangan, den­gan mengumpulkan keterangan dari saksi di lokasi,” ujarnya. (mulyana/mardiana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.